JATIMMALANG

Terdaftar Sebagai Peserta JKN, Feni Tak Khawatir Saat Hamil dan Melahirkan

Feni Peserta JKN kelas 2, FKTP di salah satu klinik pratama di Kota Malang (Foto: ist)

MALANG, BIDIKNASIONAL.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terbukti memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat yang terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Salah satu peserta JKN yang telah merasakan manfaatnya terdaftar sebagai peserta JKN yakni Feni Yusnia Sapitri (27). Feni terdaftar sebagai peserta JKN kelas 2 dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di salah satu klinik pratama di Kota Malang.

 

“Saya mulai menjadi peserta JKN sekitar tahun 2014 lalu. Waktu itu terjaring sebagai peserta BPJS Kesehatan melalui program pemerintah, dan keluarga saya didaftarkan saat saya di Jember. Kemudian awal tahun 2023 baru pindah kepesertaan, ikut perusahaan tempat kerja saya di Malang,” ujar Feni.

 

Perempuan yang bekerja di salah satu perusahaan media di Malang ini menuturkan, sewaktu mengakses layanan kesehatan, dirinya selalu memanfaatkan kepesertaan JKN. Termasuk pada saat dirinya hamil sampai dengan melahirkan. Feni mengatakan, bahwa pada proses hamil hingga melahirkan, dirinya sempat melakukan perpindahan FKTP agar lebih dekat dengan kediamannya yang berada di wilayah Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang.

 

“Selama hamil sampai usia kandungan tujuh bulan, FKTP saya di Puskesmas Arjuno. Setelah itu pindah faskes satu lewat Aplikasi Mobile JKN ke Klinik Bunga Melati Jalan Mayjen Panjaitan sampai sekarang,” jelas Feni.

 

Feni pun kemudian menceritakan pengalamannya ketika menggunakan kepesertaan JKN saat hamil dan melahirkan di awal tahun 2023 lalu. Pada awal kehamilan, dirinya sempat diarahkan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium di Puskesmas Arjuno dan semuanya gratis karena sudah dijamin oleh Program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Selanjutnya ia secara rutin melakukan kontrol kesehatan kandungan setiap bulan. Selama periode menjalani pemeriksaan kesehatan kandungan, menurut Feni pelayanan yang diberikan sangat baik dan itu berlangsung secara yang konsisten.

 

“Selama periksa kehamilan sampai melahirkan tidak ada kesan pelayanan yang diskriminatif, semua sama diperiksa detail, dilayani dengan ramah. Pada saat itu saya juga bisa konsultasi dengan dokter yang menangani saya,” ujar Feni.

 

Pada saat usia kandungannya memasuki minggu ke 37, Feni mendapatkan surat pengantar dari dokter yang menangani di klinik untuk menjalani proses melahirkan. Feni mengaku, meskipun dirinya saat itu merasa berdebar-debar karena mendekati proses melahirkan, namun dirinya merasa tenang karena terjamin oleh Program JKN.

 

“Waktu baru dapat surat pengantar, tepat saya juga mengalami kontraksi. Setelah beberapa jam kontraksi, saya sudah tidak kuat lagi dan langsung dilarikan ke RSIA Melati Husada oleh ibu mertua saya. Ibu mertua saya yang membantu proses administrasi dan saya di UGD untuk observasi. Hanya saja, kamar yang sesuai faskes waktu itu penuh, jadi kami naik satu kelas. Jadi kami cukup membayar selisihnya saja untuk layanan rawat inap empat hari,” ungkap Feni.

 

Menurutnya, semua fasilitas yang disediakan dan pelayanan dari tenaga kesehatan untuk peserta JKN sudah sangat baik. Saat masih menjalani perawatan di RSIA Melati Husada, Feni juga sempat didatangi oleh salah satu tenaga kesehatan untuk memastikan terkait layanan kesehatan yang telah ia terima.

 

“Alhamdulillah kami bersyukur sekeluarga telah terdaftar menjadi peserta JKN. Anak saya juga sudah terdaftar sebagai peserta JKN. Begitu lahir segera mengurus ke Dukcapil, dan setelah mendapatkan kartu keluarga dan NIK anak saya, langsung bergegas lapor ke BPJS Kesehatan untuk update data anak sesuai data terkini. Saya merasa tenang karena sekarang semua anggota keluarga saya sudah terjamin JKN,” pungkas Feni.

Laporan: rn/dn/red

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button