JATIMSURABAYA

BPJS Kesehatan Edukasi Guru Modul P5 Muatan Jaminan Sosial Manfaat Program JKN

BPJS Kesehatan dan guru Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Muatan Jaminan Sosial foto bersama usai sosialisasi program JKN di Surabaya, Rabu (24/07)/ Foto: ist

SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyampaikan edukasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada guru Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Muatan Jaminan Sosial di Surabaya, Rabu (24/07).

Analis Perencanaan Pembelajaran Corporate University BPJS Kesehatan Mardiana menyampaikan, tujuan kegiatan adalah mengiplementasikan kurikulum jaminan sosial pada peserta didik dibangku sekolah menengah atas atau sederajad.

“BPJS Kesehatan bersama dengan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), BPJS Ketenagakerjaan  beserta Ahli Pendidikan telah menyusun Modul Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Muatan Jaminan Sosial. Dalam perjalanannya kita juga menggandeng Kementerian Agama untuk turut bersinergi meningkatkan literasi masyarakat tentang jaminan sosial khususnya melalui modul P5,” tutur Mardiana.

Nantinya, lanjut Mardiana, mulai sejak dini anak didik akan menerima penguatan edukasi jaminan sosial pada pendidikan menengah di tingkat SMA/SMK dan atau MA. Fokus utama sinergi ini adalah meningkatkan literasi mengenai program jaminan sosial yang akan masuk dalam kurikulum merdeka belajar dan dikupas tuntas di kelas-kelas.

“BPJS Kesehatan sebagai leading sektor Program Jaminan Kesehatan Nasional memiliki peran yang besar tidak hanya sebagai penyelenggara program JKN melainkan juga untuk dapat memberikan informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat mengenai program JKN. Hal ini sesuai dengan amanah dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional dan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2023 tentang Peta Jalan Jamsos 2023-2024,” ujar Mardiana.

Mardiana menuturkan, “Program Jaminan Sosial khususnya JKN akan menciptakan masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan, kita harapkan pemahaman mengenai hal tersebut sudah didapatkan sejak dini oleh teman teman SMA/SMK. Konsep adil dan setara dapat dimulai dari salah satunya kemudahan mendapatkan akses terhadap jaminan sosial,” jelasnya.

Mardiana juga menyampaikan, BPJS Kesehatan membuka ruang edukasi dalam sosialisasi kali ini guna menciptakan kesadaran yang lebih luas tentang jaminan sosial. Ia mengungkapkan masih banyak yang mungkin saja tahu tentang Program JKN, tapi hanya kulit luar nya saja, tidak secara mendalam.

“Misalnya mengenai bagaimana cara menggunakannya, memanfaatkannya. Selain itu ketika membutuhkan layanan kesehatan di rumah sakit, apa yang harus dilakukan, apa saja yang dijamin, kemudian bagaimana negara hadir mengakomodir kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan, masyarakat perlu mengetahui mengenai hal ini,” ungkap Mardiana.

Lebih lanjut Mardiana menambahkan, Modul P5 ini akan dikemas sedemikian rupa oleh sekolah-sekolah terpilih dari Kementerian Pendidikan dan kebudayaan dan Kemenag dalam fase E dengan total 132 jam pelajaran (JP) dengan topik Jaminan Sosial untuk Masa Depan yang Lebih Cerah. Peserta didik diharapkan melalui pembelajaran jaminan sosial ini bisa saling berbagi, minimal ke entitas terkecil yang paling dekat dengan lingkungannya yaitu keluarganya mengenai informasi program jaminan sosial terutama Jaminan Kesehatan Nasional.

“Target program ini adalah kurikulum merdeka belajar yang diselenggarakan di level SMA dan SMK terutama di kelas 10. Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum/akademik dan Guru Penggerak menjadi peserta dalam sosialisasi kali ini,” tegas Mardiana.

Lanjut Mardiana, nanti bisa ada penyesuaian implementasinya di lapangan bisa saja dikemas berbeda disetiap sekolah. Tergantung bagaimana cara mereka mengemas kegiatan, terutama yang sifatnya praktikum. Apalagi sasarannya pelajar yang notabene Gen Z. Tentu variasi kegiatan nya dapat dibuat sekreatif dan semenarik mungkin.

Ditemui pada kegiatan yang sama, Guru Ketrampilan dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bangkalan Nurul Niza mengungkapkan, pada dasarnya kebanyakan siswa belum karena memahami manfaat Program JKN untuk perlindungan keluarga dan anak pada khususnya. Sosialisasi modul penguatan pelajar Pancasila ini sendiri sangat bermanfaat karena terkait dengan jaminan sosial untuk perlindungan sosial.

“Dari kegiatan ini memang kita harapkan untuk generasi sekarang bisa mengikuti jaminan sosial di masa depan. Selain itu harapan kedepannya juga anak Indonesia usia sekarang yaitu para pelajar sudah memiliki pemahaman bahwa Program JKN adalah suatu kebutuhan, kegiatan ini bagus sekali karena masuk menjadi kurikulum kegiatan belajar akan lebih efektif,” pungkas Nurul.

Laporan: rn/ws/red

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button