
Debora Magdalena (Foto: ist)
MALANG, BIDIKNASIONAL.com – Debora Magdalena (20) merupakan salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Perempuan yang berprofesi sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta ternama di Kota Malang tersebut menceritakan pengalamannya selama memanfaatkan Program JKN untuk berobat. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya Program JKN.
Selama mengakses pelayanan kesehatan menggunakan JKN, ia tidak pernah mengalami kendala. Ia juga mengaku bahwa pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan di luar ekspektasinya.
“Dulu saya pernah takut apabila berobat dengan menggunakan JKN, saya khawatir kalau tidak dilayani dengan baik, dipersulit, ataupun misalkan saat berobat ada perbedaan pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan. Tetapi ternyata yang saya pikirkan itu salah. Mulai dari pengurusan administrasi hingga selesai rawat inap pelayanan yang diberikan sangat memuaskan dan tidak ada diskriminasi pelayanan, pasien yang berobat menggunakan JKN dan pasien umum diperlakukan sama bagusnya,” ujar Debora.
Pada tahun 2019 saat ia masih duduk dibangku SMP, Debora mengalami sakit perut yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Awalnya ia berpikir bahwa sakit perut yang dialaminya hanya karena asam lambung yang naik, akan tetapi rasa sakit tersebut semakin tidak terkendali yang mengakibatkan ia tidak bisa berjalan. Ketika diperiksa oleh dokter, terdeteksi bahwa ia mengalami peradangan usus atau biasanya kita sebut usus buntu, hal tersebut mengharuskannya untuk dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit dan dilakukan tindakan operasi.
“Saat dokter menyampaikan bahwa saya harus segera dilakukan tindakan operasi, saya sempat panik karena berpikir kalau biaya operasi pasti sangat mahal. Tetapi waktu dijelaskan oleh bagian administrasi, syukurnya semua biaya dari tindakan operasi hingga rawat inap dan obat-obatan yang diberikan semua dijamin oleh Program JKN. Terbukti sampai saya sembuh dan diperbolehkan pulang, tidak ada iur biaya sama sekali,” ungkap Debora.
Dalam kesempatan tersebut, Debora juga menyampaikan pengalaman lainnya selama menjadi peserta JKN. Ia menceritakan bahwa kartu JKN yang dimilikinya rusak dan berencana untuk melakukan pencetakan ulang. Sebelum itu, ia sempat menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 165 untuk permintaan informasi terkait pencetakan ulang kartu JKN.
Namun ia mengaku disarankan untuk menggunakkan KIS Digital pada Aplikasi Mobile JKN atau dapat menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat memanfaatkan pelayanan kesehatan.
“Menurut saya lebih bagus kalau tidak perlu cetak kartu JKN, sehingga mempermudah saya, tidak perlu datang ke Kantor BPJS Kesehatan untuk cetak kartu JKN. Kemudian saat ini apabila saya sakit dan perlu periksa ke fasilitas kesehatan, bisa lebih praktis tinggal menunjukkan KIS Digital yang ada di Aplikasi Mobile JKN saja,” jelas Debora.
Debora menyampaikan apresiasinya kepada BPJS Kesehatan atas upaya yang dilakukan dalam memberikan kemudahan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui inovasi-inovasi yang dihadirkan. Ia berharap Program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan tersebut terus berlanjut dalam memberikan jaminan pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan setara kepada peserta JKN. Ia juga berharap bahwa seluruh masyarakat Indonesia bisa terlindungi oleh Program JKN, karena bagaimana juga menurutnya Program JKN merupakan jaminan kesehatan terbaik.
“Terima kasih BPJS Kesehatan sudah hadir untuk kami. Saat ini pelayanan Program JKN semuanya berbasis digital. Apalagi di Aplikasi Mobile JKN, saya rasa semua pelayanan administrasi bisa diakses melalui Aplikasi Mobile JKN ya. Mulai dari saya melakukan perubahan data, pendaftaran antrean online, skrining riwayat kesehatan, semua itu saya lakukan melalui Aplikasi Mobile JKN, dan masih banyak lagi fitur-fitur yang lainnya,”.
Laporan: rn/dn/red
Editor: Budi Santoso



