
Dhiya Tazkiya Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)/ Foto: ist
SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – Dhiya Tazkiya (32) adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 1. Ia baru saja melahirkan anak pertama dengan proses operasi sesar. Dirinya bercerita rutin kontrol ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdaftar dari mulai pertama mengetahui bahwa dirinya hamil sampai masuk bulan ke sembilan.
Dhiya Tazkiya mengatakan bahwa dokter meyakinkan bahwa dirinya bisa melakukan proses lahiran dengan cara normal di FKTP.
“Saya sudah yakin bahwa saya bisa lahiran dengan cara normal. Sudah saya siapkan semuanya mulai dari olahraga ringan dan yang lainnya. Tapi saat memasuki bulan 9, ternyata ketubannya pecah dan saya langsung bergegas ke klinik yang biasa kontrol. Setelah di cek oleh dokter, ternyata air ketubannya sudah mulai habis dan disarankan untuk operasi sesar,” ujar Dhiya.
Ia menambahkan bahwa dirinya merasa takut saat mendengar harus di operasi sesar, tapi dirinya lebih mementingkan keselamatan bayi yang ada dikandungannya. Akhirnya dirinya dirujuk ke rumah sakit terdekat dan ia memberanikan diri untuk operasi sesar.
“Saya akhirnya harus dirujuk ke rumah sakit untuk melakukan operasi sesar. Dengan dukungan penuh dari suami dan keluarga, saya memberanikan diri untuk di operasi. Setelah operasi selesai, ternyata tidak sesakit yang dibayangkan, bahkan saya merasa enjoy ketika operasi berlangsung,” tambahnya.
Dhiya merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit. Ia juga mengapresiasi semua yang terlibat ketika operasi sesarnya baik dokter, perawat maupun yang lainnya. Dirinya merasa dilayani dengan sangat baik dan semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan apapun.
“Alhamdulillah semuanya lancar, saya dan bayi nya juga sehat. Terima kasih banyak untuk pihak rumah sakit yang sudah memberikan pelayanan yang sangat baik kepada saya,” kata Dhiya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang sudah menanggung biaya lahiran dirinya dengan cara operasi sesar tanpa ada biaya apapun lagi. Bahkan ia sudah menggunakan JKN untuk kontrol kandungannya ke FKTP.
“Saya juga sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan, berkat adanya Program JKN ini, saya dan bayi bisa pulang dengan tenang ke rumah tanpa harus membayar biaya apapun. Jika tidak ada JKN ini, suami saya harus mengeluarkan puluhan juta dan itu tentunya angka yang sangat besar ya,” ucapnya.
Dengan pengalaman pelayanan yang didapatkan saat di rumah sakit, ia juga mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur bisa menjadi peserta JKN. Ia sudah menjadi peserta JKN sejak 2014 dan rutin membayar iuran setiap bulannya.
“Kalau waktu belum nikah dan masih sekolah, iurannya gabung dengan orang tua dan tidak pernah telat membayar. Saat saya sudah nikah, saya bayar iurannya dengan suami saya dan sekarang bertambah dengan si kecil. Jujur dalam hati paling dalam, saya sangat bersyukur sekali bisa terdaftar sebagai peserta JKN ini,” tuturnya.
Dhiya berpesan kepada peserta JKN lainnya agar membayar iuran tepat waktu agar kepesertaannya bisa terus aktif. Untuk yang belum terdaftar, ia mengajak untuk segera mendaftarkan diri dan keluarga menjadi peserta JKN karena sakit tidak tau kapan datangnya.
“Membayar iuran tepat waktu bisa membuat kepesertaan JKN kita terus aktif dan kita tidak khawatir ketika harus mendapatkan pelayanan kesehatan. Contohnya saya, saya tidak tau kalau saya harus di operasi sesar dan saya tidak bisa membayangkan jika saya belum terdaftar menjadi peserta JKN, karena biayanya sangat besar sekali,” tutupnya.
Laporan: red
Editor: Budi Santoso



