
Khalisha Aulya Naila didampingi orang tuanya saat audiensi bersama Walikota (Foto: Aini BN)
MATARAM, BIDIKNASIONAL.com – Khalisha Aulya Naila, gadis kelahiran 2005 asal Kota Mataram, saat ini sedang berjuang maju untuk menjadi Putri Pendidikan NTB 2025, saat ini Ia adalah Mahasiswi Aktif Universitas Negeri Mataram, Prodi Manajemen.
Tampil sebagai finalis Putra Putri Pendidikan Nusa Tenggara Barat 2025, mewakili Kota Mataram. Khalisha Aulya Naila atau biasa dipanggil Naila mengaku keberanian nya maju bukan hanya karena banyak nya prestasi yang dia raih, Tapi adanya peran besar orang tuanya, yang mendukung penuh apapun yang dilakukan.
Menurut Naila, kegiatan yang diikutinya selalu karena dukungan dari orangtuanya. “Alhamdulillah kedua orang tua sangat kompak dan solid untuk mendukung keperluan serta persiapan menuju acara karantina dan grandfinal di tanggal 10-12 Mei nanti.” Ungkapnya.
Dalam kesempatan yang berbeda orang tua Naila, Solikin, SKM, MPH (ASN RSUD Provinsi NTB) dan Indra Sulianti, SE (IRT) mengatakan bahwa sebagai orang tua merasa bersyukur, bangga dan bahagia melihat Naila memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi.
“Selama mengikuti ajang tersebut kami akan memberikan dukungan moral dan fisik, seperti membantu persiapan, memberikan semangat, dan memastikan kebutuhan anak terpenuhi, dan yang terpenting juga perhatian dan pengawasan yang tepat untuk memastikan Nayla tidak mengalami stres atau tekanan yang berlebihan selama mengikuti ajang tersebut.” Terang Solikin, saat mendampingi Naila Audiensi bersama Walikota. Selasa 29/04/25.
Menurut Solikin, ajang putri pendidikan ini bukan hanya tentang memenangkan perlombaan, tetapi juga tentang proses belajar dan tumbuh yang berharga. Sehingga diperlukan dukungan yang positif dan konstruktif agar anak mereka dapat mengembangkan potensi mereka secara optimal.
“Kami sangat mendukung apapun yang terbaik buat anak kami, semoga saat grandfinal nanti dapat memberikan penampilan terbaik nya, apapun hasilnya kami sebagai orang tua tetap mendukung dan memberi semangat.” Pungkasnya.
Laporan: Aini
Editor: Budi Santoso



