CEGAH DAN TEKAN ANGKA STUNTING DI KECAMATAN BALIK BUKIT, DPC. IPeKB LAMBAR GELAR LOKAKARYA MINI

Para pemateri dan sebagian peserta lokakarya mini usai menggelar kegiatan, Selasa 3/6/2025. Foto: Taufik BN Lambar
LAMPUNG BARAT, BIDIKNASIONAL.com – Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita di bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Stunting terjadi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Stunting diukur berdasarkan tinggi badan anak dibandingkan dengan usianya. Anak yang tingginya berada di bawah batas ambang untuk usianya dianggap mengalami stunting dan akibatnya pertumbuhan sang anak mengalami keterlambatan atau terhambat.
Hal itu disampaikan Ketua DPC Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IpeKB) Indonesia Kabupaten Lampung Barat periode 2024-2028 Arin Fatmawati, S.I.kom dalam kegiatan Lokakarya mini yang di ikuti unsur pimpinan kecamatan ( Uspika) Kecamatan Balik Bukit yang dipusatkan di Kantor Penyuluh KB Kecamatan Balik Bukit di Lingkungan Pantau Kelurahan Pasar Liwa Balik Bukit, Selasa 3/6/2025.
Dalam kesempatan itu juga Ia mengajak seluruh jajaran untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dan pemeriksaan kesehatan rutin ke posyandu bagi anak-anak dan ibu hamil.
”Karena posyandu adalah UKBM dan puskesmas sebagai fasilitator sehingga diharapkan dapat berkoordinasi dan bekerjasama dengan lintas sektor terkait,” ujarnya.
Terusnya, Puskesmas sebagai pusat layanan kesehatan pertama maka Puskesmas harus mampu memberikan pelayanan yang berkualitas dan menjangkau masyarakat secara luas.
”Saya berharap Puskesmas dapat meningkatkan kapasitasnya dalam menangani masalah kesehatan, termasuk stunting, melalui program-program yang terintegrasi dan berbasis data,” kata dia.
Ia juga mengingatkan bahwa kesehatan adalah hak setiap warga negara. Oleh karena itu, semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa program-program yang kita jalankan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
”Mari kita gunakan forum ini untuk berbagi pengalaman, tantangan, dan solusi yang telah kita temui dalam pelaksanaan program kesehatan,” tandasnya.
Lokakarya itu dihadiri Sekretaris Kecamatan Balik Bukit, Yosta Sandi mewakili Camat M. Yones, Kepala Pukesmas Balik Bukit, Harjunadi dengan mengusung mateti tentang Stunting dan pencegahannya
Kapolsek Balik Bukit yang diwakili Bhabinkamtibmas Kelurahan Way Mengaku, Danramil Balik Bukit yang diwakili Babinsa Kelurahan Pasar Liwa, perwakilan dari Kantor Urusan Agama ( KUA) Kecamatan Balik Bukit yang diwakili Nafisah, S.Sos.I Penyuluh Agama Islama membahas tentang program bimbingan perkawinan serta para penyuluh KB Kecamatan Balik Bukit.
Dalam kegiatan Lokakarya itu peserta fokus membahas berkaitan dengan penurunan angka stunting di Kecamatan Balik Bukit, dengan cara menyamakan langkah dan gerak untuk tujuan yang sama yakni penurunan angka stunting di Kecamatan Balik Bukit.
Laporan: TAUFIK
Editor: Budi Santoso



