JATIMMALANG

Pertengahan Tahun 2025, DPUBM Kabupaten Malang Lakukan Perbaikan Infrastruktur Jalan Jeru-Kecamatan Jabung

Proses perbaikan jalan Jeru-Jabung (Foto: NN BN Malang)

KABUPATEN MALANG, BIDIKNASIONAL.com – Program Pemerintahan Kabupaten Malang (Pemkab Malang) yang telah digelontorkan terkait perbaikan infrastruktur jalan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang di tahun 2025, mencanangkan perbaikan jalan di sejumlah titik. Ruas jalan Jeru-Jqbung Kecamatan Jabung merupakan jalan dengan Status jalan K1 yang melewati Desa Gading Kembar, Desa Kenongo, Desa Argosari dan Desa Sukopuro.

Seperti yang disampaikan Kepala DPUBM Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma,”bahwasannya jalan tersebut kondisi sebelumnya adalah jalan eksisting jalan berupa hotmix lama dengan kerusakan 15% tersebar dibeberapa segmen. Untuk penanganan yang kami lakukan rehab oemel dengan overlay dan perkerasan bahu jalan yang bervolume : 1.010 x 3 – 10,3 m ,” terangnya. Kamis, (12/6).

Adapun perbaikan tersebut, untuk menjaga kemantapan jalan dan mempermudah akses jalan antar desa serta mempermudah aktivitas warga sekitar menuju klinik endisa medika di Desa Sukopuro dan memudahkan akses menuju masjid jami’ darussalam dan MTs Islamiyah Sukopuro.

Menurut Khairul Isnadi Kusuma selaku Kepala DPUBM Kabupaten Malang, “pekerjaan ini merupakan hasil usulan aspirasi desa melalui Musrenbang. Adapun di beberapa titik ruas jalan K1, DPUBM gencar melakukan preservasi melalui rahabilitasi jalan, salah satunya di ruas jalan Jeru-Jabung. Hal ini dilakukan dalam upaya menjaga kemantapan jalan. Jalan lebih dan awet umur kemantapannya,” jelasnya.

Khairul menambahkan, “disamping itu juga dibeberapa segmen dilakukan penanganan bahu jalan di ruas tersebut. Ha ini sangat bermanfaat karena terdapat beberapa titik yang memerlukan bahu jalan dengan kondisi lalu lintas harian yang mulai tinggi, serta penanganan overlay di beberapa titik untuk menunjang kemudahan akses antar desa” tambahnya.

Perlu diketahui, bahwasannya pelaksanaan pekerjaan tersebut, jika dilakukan siang hari, kondisi lalu-lintas cukup ramai. Sehingga dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas berkendara masyarakat. “Untuk itu, sebagai alternatif gelar hotmix dilakukan saat malam hari, ketika lalu-lintas sepi dan hasilnya saat ini sudah mencapai progress 100%,” tutupnya.

Laporan: NN

Editor: Budi Santoso

 

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button