BANYUWANGIJATIM

Dinas Pendidikan Banyuwangi Komitmen Pembelajaran Anak Didik Agar Berprestasi

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno, SP.d, M.M, (Foto: Dj BN Banyuwangi)

BANYUWANGI, BIDIKNASIONAL.com – Tahun 2025 untuk program pendaftaran anak didik baru/ murid baru, SPMB sudah berjalan lancar sesuai dengan regulasi program pendidikan dari Pemerintah Kemendikdasmen, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi komitmen utamakan pembelajaran anak didik baru/ murid baru untuk berprestasi di sekolah.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno, SP.d, M.M, dirinya menerangkan kepada bidiknasional.com,” Terimakasih, kita baru saja menyelesaikan sistem penerimaan anak didik baru/ murid baru, SPMB untuk tahun pelajaran 2025 – 2026 terutama dijenjang PAUD, SD dan SMP, alhamdullillah. Saat ini sudah selesai untuk SPMB onlinenya, tinggal kita nanti menunggu masuk awal tahun pelajaran sekitar pertengahan bulan Juli 2025, yang jelas proses SPMB dengan sistem online dan menggunakan aplikasi Smart Kampung bahwa super@Pemkab. Banyuwangi berjalan dengan lancar, dan sukses” terangnya. Senen (16/6/2025)

Lanjutnya, memang ada yang mengadu, bertanya dan ada yang komplin, alhamdullillah.. kita menggunakan sepenuhnya menggunakan online dan kita jelaskan berdasarkan Meta Data, yang ada di aplikasi itu memang seperti itu, maka yang bekerja adalah mesin, tidak ada campur tangan manusia, secara sistem tata kelola, kami juga terimakasih ada masukkan sebagai bahan bekal untuk disempurnakan di tahun yang akan datang.

Lebih lanjut dikatakan, dengan SPMB online ini sebenarnya kita termasuk untuk memperlancar proeses penerimaan murid baru, jadi bukan untuk mempersulit, bahkan staitemen kami dibanyak kesempatan untuk jumlah yang mendaftar pada sekolah itu sama dengan/ kurang dari Pagu, dari kursi yang ada sebenarnya sistem itu tidak berarti sama sekali, langsung saja yang bersangkutan itu masuk ke sekolah itu, dan mengapa harus ditata kecenderungan jumlah pendaftar lebih banyak daripada daya tampungnya dan Pemerintah Kemendikdasmen sudah membuat semacam regulasi julak dan juknis, penyelenggaraan SPMB ada jalur afermasi, ada jalur prestasi dan jalur domisili, tahapan itu yang kita lakukan untuk mengatur dan mengakomodasi yang dari keluarga miskin, yang disabilitas dan yang berprestasi punya piagam dan punya nilai rapotnya tinggi, kita akomodasi dan yang rumahnya dekat dengan sekolah juga diakomodasi.

“Memang tidak bisa semua pihak diakomodasi, pasti yang sisa dari Pagu itu keinginannya masuk tetapi yakinlah bahwa Pemkab. Banyuwangi punya program Garda ampuh, dan Rindu bulan, dan gerakan Desa tuntas belajar 12 tahun, dan pengentasan anak-anak muda putus sekolah dan mencarinya untuk difasilitasi supaya belajar pendidikan di sekolah,” pungkasnya.

Laporan: Dj

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button