
Air Terjun Widuri (Foto: ist)
GROBOGAN, BIDIKNASIONAL.com – Dalam upaya mengenalkan sekaligus mengembangkan potensi wisata alam di kawasan hutan Kabupaten Grobogan, telah dilaksanakan kegiatan canyoneering di Air Terjun Widuri, sebuah destinasi eksotis yang terletak di Desa Kemadohbatur wilayah hutan Perhutani Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tlogomanik, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pojok, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 22 Juni 2025 dan direncanakan berlanjut setiap akhir pekan hingga Juli 2025 mendatang.
Kegiatan diprakarsai oleh Komunitas Pecinta Alam Canyoneering Kabupaten Grobogan, bekerja sama dengan Perhutani KPH Purwodadi, dengan mengusung prinsip eduwisata petualangan yang aman dan ramah lingkungan. Para instruktur yang memandu peserta telah tersertifikasi dan berpengalaman di bidang outdoor activity, sehingga aspek keselamatan (safety) menjadi prioritas utama.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. “Kegiatan canyoneering di Air Terjun Widuri merupakan bagian dari pengembangan wisata hutan berbasis konservasi. Kami berharap ini bisa menjadi model kolaborasi yang harmonis antara Perhutani, masyarakat dan komunitas pecinta alam, sekaligus membuka peluang ekonomi lokal tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Air Terjun Widuri yang selama ini tersembunyi di balik rimbunnya kawasan hutan, kini mulai dikenal sebagai lokasi wisata petualangan yang menantang dan memukau. Dengan membayar tiket sebesar Rp250.000 per orang, pengunjung dapat menikmati sensasi menuruni tebing dan menjelajahi lembah yang alami, didampingi pemandu profesional.
Ketua Panitia kegiatan, Abdul Kharis, menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menyuguhkan pengalaman ekstrem, tetapi juga mengajak peserta lebih peduli terhadap pelestarian alam.
“Kami ingin memperkenalkan potensi alam Grobogan yang luar biasa, khususnya di kawasan hutan Perhutani. Kegiatan ini tidak merusak lingkungan karena kami menerapkan prinsip leave no trace. Semua peserta juga mendapat edukasi tentang pentingnya menjaga kawasan hutan,” jelasnya.
Salah satu peserta, Rina Kartika, pengunjung asal Kudus, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini.
“Baru kali ini saya ikut canyoneering, dan ternyata seru sekali! Air terjunnya masih alami, suasananya tenang. Selain memacu adrenalin, saya juga merasa makin dekat dengan alam,” ungkapnya usai kegiatan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan Air Terjun Widuri semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Grobogan, khususnya dalam pengelolaan kawasan wisata Perhutani yang tetap menjaga prinsip kelestarian hutan. Perhutani membuka ruang kerja sama dan sinergi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan potensi wisata yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Laporan : Heru Budianto
Editor : Budi Santoso



