
Pendatanganan Kontrak Kerja Antara KPH Purwodadi dan Pabrik Gula Trangkil Pati (Foto: ist)
GROBOGAN, BIDIKNASIONAL.com – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional melalui penguatan sektor agroforestry, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi resmi menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Pabrik Gula (PG) Trangkil terkait pemanenan dan penyerapan hasil tebu yang ditanam di kawasan hutan Perhutani. Kegiatan penandatanganan berlangsung di kantor PG Trangkil, Kabupaten Pati. Pada Rabu (25/06).
Turut hadir dalam acara ini Administratur KPH Purwodadi beserta jajaran manajemen, Pimpinan PG Trangkil beserta staff, serta perwakilan dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Subur, LMDH Wana Tirta, LMDH Hutan Lestari, dan LMDH Dokoro Hutan Lestari.
Kerjasama ini mencakup pengelolaan lahan seluas 63,76 hektare yang tersebar di 16 petak kawasan hutan, masing-masing berada di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karangasem dan BKPH Tumpuk. Dalam skema ini, LMDH sebagai mitra Perhutani bertugas melaksanakan penanaman, perawatan, dan pemanenan tebu, sementara PG Trangkil akan menyerap seluruh hasil panen secara langsung.
Administratur KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, menyatakan bahwa kemitraan ini diharapkan dapat memberi manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar hutan sekaligus mendukung keberlanjutan pengelolaan kawasan hutan.
“Kami berharap kerjasama ini dapat berjalan dengan baik dan saling menguntungkan, khususnya bagi LMDH sebagai mitra utama Perhutani. Semoga hasil panen tebu dari sistem agroforestry ini dapat terserap dengan tepat waktu oleh PG Trangkil, sehingga LMDH dapat memperoleh profit yang maksimal dan terus bersemangat dalam menjaga dan mengelola kawasan hutan secara lestari,” ujar Untoro.
Sementara itu, Pimpinan PG Trangkil, Ivo Verginanto, menyampaikan bahwa kerjasama ini sangat mendukung target operasional pabrik pada musim giling tahun ini.
“Tahun 2025 ini, PG Trangkil menargetkan dapat menggiling sebanyak 1,3 juta ton tebu. Untuk mencapai target tersebut, tentu dibutuhkan jaminan pasokan bahan baku yang cukup dan berkualitas. Karena itu, kami sangat menyambut baik kemitraan ini sebagai bagian penting dari rantai pasok kami, sekaligus memperkuat peran serta masyarakat dalam sistem pertanian terpadu,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua LMDH Wana Tirta, Dwi Raharto, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada masyarakat hutan.
“Agroforestry tebu ini memberi peluang besar bagi kami untuk meningkatkan kesejahteraan. Dengan adanya kerjasama ini, kami bisa lebih fokus mengelola lahan dengan baik karena sudah ada kepastian penyerapan hasil panen oleh pabrik. Semoga kerjasama ini bisa berkelanjutan,” tuturnya.
Program agroforestry tebu ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antar lembaga dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional berbasis kehutanan sosial dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.
Laporan : Heru Budianto
Editor : Budi Santoso



