
SUBANG, BIDIKNASIONAL.com – Sanggar Seni SADEWA, yang berlokasi di Desa Sukatani, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, sukses menyelenggarakan Evaluasi Tahunan 2025 dalam rangka penilaian kenaikan tingkat bagi para peserta didiknya. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 27 Juni 2025, bertempat di Objek Wisata Prikitiw LAN, tempat edukatif yang mendukung perkembangan seni dan budaya lokal.
Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) Negeri, yang berasal dari berbagai wilayah di Subang seperti Compreng, Tambakdahan, dan Binong. Mereka tampil secara bergiliran dalam membawakan kreasi seni tari sebagai bentuk ekspresi atas hasil latihan selama ini.
Evaluasi kali ini difokuskan khusus pada pertunjukan seni tari. Peserta menunjukkan kematangan dalam teknik gerak, kekompakan kelompok, ekspresi, dan penghayatan, yang menjadi aspek penilaian utama dalam ajang ini.
Evaluasi dipimpin oleh Edi Sutrisno, S.Sn., seniman Subang yang juga pendiri Sanggar SADEWA. Ia didampingi oleh pelatih utama Eka Damayanti dan Muh Ari Kurnaedi, serta para asisten pelatih: Desi Ananta, Nindy, Natalia, Dihan, dan Keyla. Kehadiran mereka menjadi tulang punggung dalam proses pembinaan hingga pelaksanaan evaluasi.
Penilaian dilakukan secara profesional oleh M. Ikbal Saefudin, tokoh muda yang dikenal sebagai pemenang Mojang Jajaka Parigel Kabupaten Majalengka. Dengan latar belakang seni dan budaya, beliau memberikan penilaian obyektif sekaligus motivasi bagi peserta.
Penghargaan Peserta Terbaik diraih oleh Nayla Fauziah, yang menampilkan gerakan tari penuh energi, rapi, dan ekspresif.
Kategori TK:
Naura
Keyla Putri
Alula Raya A
Kategori SD Kelas 1–3:
Naura Humaira
Fujiah Sohifatul Jannah
Keysha Raya Putri Purnama
Kategori SD Kelas 4–6:
Nayla Fauziah
Marisa Salsabila
Faradhila Azahra P
Kegiatan ini bukan sekadar evaluasi seni, melainkan menjadi inspirasi nyata bagi masyarakat Compreng dan sekitarnya, khususnya dalam membangun semangat generasi muda untuk mencintai budaya daerah sejak dini. Keterlibatan siswa dari desa-desa di sekitar wilayah Subang membuktikan bahwa pembinaan seni tidak terbatas pada pusat kota, tetapi juga tumbuh di akar rumput.
“Kami ingin menanamkan bahwa seni adalah jalan untuk membentuk karakter positif, keberanian, dan kecintaan pada budaya bangsa,” ujar Edi Sutrisno, S.Sn.
Objek Wisata Prikitiw LAN sebagai lokasi pelaksanaan juga memberikan suasana alam terbuka yang mendukung pembelajaran dan pertunjukan secara alami dan nyaman.
Laporan: M.Tohir
Editor: Budi Santoso


