JATIMSIDOARJO

Kader Muda PDIP Sidoarjo Beri Pesan Kritis Terhadap Ketua Baru

• Endhy ; Mesin Partai Harus Segera Digeber

Endhy Budhi (Kiri), Kader Muda PDIP bersama Laksamana Madya Purn, Agus Setadji (Kanan). (Foto: ist)

SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – Internal PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo mulai memanas seiring dengan pergantian pucuk pimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Hari Yulianto, yang dikenal dengan sapaan Bung Ketjeng, resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PDIP Kabupaten Sidoarjo, menggantikan Sumiharsono yang telah menjabat selama beberapa periode.

Pergantian ini dilakukan dalam rangka menyegarkan struktur organisasi serta mengakselerasi kinerja partai menjelang Pemilu 2029. Tak hanya ketua, posisi Plt Sekretaris DPC juga mengalami perubahan dan kini diisi oleh Bambang Riyoko, sosok organisatoris yang dinilai mampu menjembatani dinamika internal.

Respon atas pergantian ini datang dari berbagai kalangan kader, salah satunya dari kader muda yang dikenal vokal dan progresif, Endhy Budhi. Ia menyambut rotasi tersebut dengan optimisme, namun tetap menyuarakan catatan kritis terhadap kinerja internal partai selama ini.

“Ini bukan sekadar pergantian wajah. Ini adalah alarm politik. Mesin partai harus segera digeber. Kalau tidak, kita bisa tergilas dalam arus politik nasional yang makin keras,” ujar Endhy kepada awak media, Kamis (3/7/2025)

Endhy juga memberikan apresiasi kepada Sumiharsono atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin DPC. Namun, ia menekankan bahwa tantangan politik ke depan membutuhkan semangat baru dan pendekatan yang lebih progresif di tubuh PDIP Sidoarjo.

“Bung Ketjeng harus tegas. Jangan biarkan PAC dan anak ranting merasa seperti penonton dalam rumahnya sendiri. Mesin partai tidak cukup dipanaskan, harus dipacu,” tegas Endhy.

Baca Juga : Budi Basuki, Kepala BKD Sidoarjo yang Kekayaannya Terus Meningkat

PDIP Sidoarjo
Endhy Budhi, Kader Muda PDIP. (Foto: ist)

Menurutnya, revitalisasi menyeluruh sangat dibutuhkan. Jika tidak, PDIP berisiko kehilangan pengaruhnya di basis tradisional, yang selama ini menjadi tumpuan kekuatan politik partai berlambang banteng tersebut.

Ia juga menyoroti kecenderungan sebagian struktur partai yang lebih sibuk dengan manuver elite ketimbang menyentuh persoalan riil rakyat. “Struktur harus turun. Jangan sibuk hanya di ruang rapat. Sentuh langsung denyut nadi rakyat,” tandasnya.

Endhy menilai tahun-tahun politik ke depan membutuhkan keberanian mengambil risiko. “Yang malas harus disingkirkan. Yang tidak solid, harus ditinggal. Ini waktunya bangkit dengan kepemimpinan baru yang siap bertarung,” pungkasnya.

Kini, perhatian publik dan kader tertuju pada langkah-langkah strategis Bung Ketjeng. Mampukah ia merangkul semua elemen partai, mengembalikan militansi kader di akar rumput, dan mencegah friksi internal yang bisa melemahkan PDIP Sidoarjo?

Laporan : Teddy Syah Roni

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button