Pelebaran Jembatan Alas Arum – Kutuh, Segmen 1: Siligita – Sawangan – Ungasan

Lokasi kegiatan proyek pembangunan jembatan Alas Arum di desa Kutuh, Sabtu (28/6/2025)/ Foto: Awi BN Bali)
BALI, BIDIKNASIONAL.com – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Badung lakukan pengantian jembatan Alas Arum di desa Kutuh, jembatan yang menjadi penghubung diantara 2 wilayah desa yaitu, desa Kutuh dan desa Ungasan. Pembangunan jembatan baru alas arum merupakan langkah Pemkab Badung dalam mengatasi kemacetan serta meningkatkan konektifitas antar destinasi wisata di wilayah selatan Kuta (Badung Selatan), Jalan Lingkar Selatan Kuta (Kuta Selatan Ring Road). Paket Pekerjaan Belanja Jembatan pada Jalan Kabupaten, Pelebaran Jembatan Alas Arum – Kutuh (1043) masuk Segmen 1 meliputi Siligita – Sawangan – Ungasan.
Jembatan alas arum yang berdiameter panjang bentang 21 meter dengan lebar 9 meter sudah dilakukan pembongkaran, proses pembongkaran memakan waktu selama dua hari hingga jembatan runtuh. Akses jalan menuju ke lokasi pekerjaan disiagakan 2 orang guna mengatur arus lalu-lintas, bagi penguna jalan yang hendak melintas menuju ke jalan Pura Batu Pageh (Ungasan) dialihkan lewat jalur alternatif jalan Tukad Dalem (Kutih).
Sebagai leader konsultan pengawas I Gusti Ngurah Gede Indrawan dari CV GERYA ARTHA ENC mengatakan, jembatan baru dibangun dengan panjang bentang 30 meter, lebar 17,4 meter, dan ketinggian elevasi menyesuaikan kondisi jalan. Pelaksanan pekerjaanndilakukan selama 7 bulan dimulai 23 Mei sampai 30 Desember 2025, dengan masa pemeliharaan selama 2 tahun terhitung dari serah terima pertama pekerjaan. Biaya pembangunan jembatan alas arum sebesar Rp 16.381.613.013,00 dari Apbd pemerintah kabupaten Badung, dan dikerjakan oleh PT TRIJAYA NASIONAL.
Jembatan yang dibangun saat ini memiliki dua lajur jalan sehingga memungkinkan Bus melewati secara bersamaan dari lawan arah, dan reiling pipa pagar pembatas jembatan akan dipadukan dengan Ornamen Bali.
Dalam melakukan proses pekerjaan pembongkaran masih ada kendala kabel cross pln yang tertanam, sehingga pembongkaran menunggu pihak pln untuk melakukan pemindahan kabel-kabel yang tertanam. Koordinasi sudah dilakuan namun untuk memindahkan kabel yang tertanam tersebut, harus menggunakan kabel baru sehingga bisa langsung terkoneksi,” terangnya.
Ketua Tim Pendukung Pembangunan Jalan dan Jembatan, sekaligus juga sebagai Ketua Tim Kerja Perencana Teknik dan Evaluasi (PTE) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kabupaten Badung I Putu Teddy Widnyana Putra menggatakan, pembangunan jembatan alas arum berada di dua perbatasan desa yaitu, desa Kutuh dan desa Ungasan. Pembangunan jembatan sudah dilakukan sosialisasi bersama instansi terkait dan masyarakat desa setempat.
Jalan menuju jembatan alas arum awalnya memiliki posisi mengerucut jika dilalui dari arah jalan Pura Batu Pageh (Ungasan), sehingga nanti jalan tersebut akan dilakukan pelebaran menyesuaikan jembatan.
“Untuk pembangunan jembatan baru dilakukan peninggian kurang lebih 2 meter dari jembatan lama, dan pelebaran, Jembatan Alas Arum termasuk di Trase Segmen 1 jalan lingkar selatan, dimulai dari simpang perempatan jalan Siligita sampai hotel The Rizt Carlton,” terang Teddy.
Selain itu, pembangunan dan penataan diharapkan mampu menarik investor berdatangan investasi ke Bali, khususnya Badung. Di tahun depan sepanjang kawasan jalan hotel The Rist Carlton akan dilakukan penataan drainase, trotoar, utilitas, lampu penerangan, dan taman, serta di wilayah kawasan jalan Tanjung Benoa.
Laporan: Awi
Editor: Budi Santoso



