JATIMSURABAYA

Kelompok KKN 137 UPN Veteran Jatim di Menur Pumpungan, Hadirkan Pelatihan dan Website Promosi

Dr. Gideon Setyo B, M.Si. Saat lakukan pemaparan materi di Kelurahan Menur Pumpungan, Surabaya. (Foto: ist)

SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com — Upaya pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus digencarkan di Kelurahan Menur Pumpungan, Surabaya. Pada Sabtu (5/7) lalu. Kelompok 137 KKN-T Bela Negara SDGs Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur ini, bekerja sama dengan Kelurahan Menur Pumpungan untuk menggelar pelatihan bertajuk “Boost Your Brand! Pelatihan UMKM Menur Pumpungan Menuju Bisnis Cerdas dan Digital.”

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM dalam tiga aspek utama: pencatatan keuangan, pemasaran digital, dan fotografi produk. Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.

Pelatihan terbagi dalam tiga sesi utama yang terintegrasi. Sesi pertama membahas pencatatan keuangan dasar bagi UMKM, dilanjutkan dengan pengenalan website UMKM Sejahtera Menur Pumpungan, dan ditutup dengan pelatihan peningkatan kualitas foto produk menggunakan kamera ponsel.

Sesi pertama diisi oleh Dr. Gideon Setyo B, M.Si., Dosen Program Studi Akuntansi sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kelompok KKN-T 137. Ia menekankan bahwa pencatatan keuangan yang rapi dan konsisten merupakan pondasi penting untuk menjaga keberlanjutan usaha.

Dr. Gideon menjelaskan bahwa pencatatan keuangan tidak hanya berguna untuk evaluasi internal, tetapi juga menjadi syarat utama dalam mengakses pendanaan dari lembaga keuangan. “Saat UMKM punya catatan keuangan yang rapi, itu menunjukkan bahwa mereka peduli terhadap kelangsungan usahanya,” ujarnya.

Sesi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta. Seorang pelaku usaha toko kelontong menyampaikan bahwa ia sering kesulitan melakukan restok karena dana usaha tercampur dengan kebutuhan pribadi. Menanggapi itu, Dr. Gideon menekankan pentingnya disiplin dalam memisahkan keuangan pribadi dan usaha.

Ia menambahkan bahwa langkah awal yang sederhana, seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran harian, dapat membantu pelaku usaha memantau arus kas dan mencegah kebocoran dana. Hal ini dinilai krusial agar UMKM dapat bertahan dan berkembang secara mandiri.

Sesi berikutnya adalah pengenalan Website UMKM Sejahtera Menur Pumpungan, sebuah katalog digital yang dirancang oleh mahasiswa KKN-T. Website ini menampilkan produk UMKM lokal beserta deskripsi, harga, dan kontak pelaku usaha untuk mendukung promosi dan jangkauan pasar yang lebih luas.

Baca Juga : KKN Kelompok 65 UPN Veteran Jatim Terjun ke Wonokromo, Fokus Edukasi Lingkungan dan Pemberdayaan UMKM

Faiza, anggota tim KKN yang memandu sesi ini, menjelaskan bahwa platform tersebut bertujuan mendorong digitalisasi UMKM agar mampu bersaing di tengah transformasi ekonomi digital.

“Kami ingin produk UMKM lokal dapat lebih mudah ditemukan oleh konsumen secara online,” tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan pelatihan fotografi produk yang dibawakan oleh Reno dan Hanna, mahasiswa anggota KKN. Sesi ini bertujuan membekali peserta dengan teknik pengambilan gambar produk yang menarik menggunakan kamera ponsel, baik untuk promosi di media sosial maupun e-commerce.

Peserta dibagi dalam tiga kelompok untuk praktik langsung. Mereka menggunakan produk dan properti seperti bunga hias dan kain latar, serta didampingi tim KKN. Hasil foto dinilai oleh panitia, dan tim dengan hasil terbaik mendapatkan apresiasi.

Rangkaian pelatihan ini disambut antusias oleh para pelaku UMKM. Mereka tidak hanya aktif bertanya, tetapi juga menunjukkan kreativitas dalam sesi praktik. Pelatihan ini membuka wawasan baru tentang pentingnya visual branding dalam pemasaran produk.

Kegiatan yang diinisiasi oleh kelompok 137 KKN-T Bela Negara SDGs ini menjadi langkah nyata dalam mendukung kemandirian pelaku usaha lokal. Dari pencatatan keuangan, digitalisasi promosi, hingga visualisasi produk, pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan era digital.

Kehadiran Website UMKM Sejahtera Menur Pumpungan menjadi simbol transformasi digital di tingkat kelurahan. Kolaborasi antara mahasiswa dan warga diharapkan terus mendorong UMKM menjadi lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing dalam membangun ekonomi komunitas yang berkelanjutan.

Laporan : Mahasiswa

Editor : Red

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button