
CILACAP, BIDIKNASIONAL.com – Proyek pembangunan bronjong (gabion) di Desa Tayem Timur, Kecamatan Karang Pucung, Kabupaten Cilacap kini tengah berjalan di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, melalui program Sumber Daya Air Operasi dan Pemeliharaan II (SDA OP-2).
Pelaksanaan proyek ini dipimpin oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Bapak Yahya Yoshua Leander, S.I.Kom., M.T., yang menekankan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
“Kami berharap pembangunan bronjong ini bukan hanya selesai secara fisik, tetapi juga memberikan perlindungan jangka panjang terhadap potensi bencana banjir dan longsor di kawasan aliran sungai Desa Tayem Timur,” ujar PPK Yahya dalam peninjauan lokasi awal pekan ini.
Mengikuti Standar BBWS Citanduy
Pekerjaan bronjong dilaksanakan berdasarkan spesifikasi teknis BBWS Citanduy, yang mengatur secara rinci dimensi, jenis bahan, dan metode pemasangan. Umumnya digunakan bronjong berukuran 2×1×0,5 meter, dengan kawat galvanis minimal 2,7 mm dan ukuran mesh 8×10 cm atau 10×12 cm, untuk memastikan kekuatan struktur dalam menghadapi tekanan arus sungai dan pergeseran tanah.
Seluruh proses pemasangan, mulai dari penataan susunan batu hingga pengikatan dengan lidah (lap joint), dilakukan sesuai dengan gambar kerja resmi. Proyek ini juga diharapkan menerapkan prinsip transparansi, mulai dari volume pekerjaan hingga keterlibatan tenaga lokal dalam proses pembangunan.
Keterlibatan Masyarakat dan Pengawasan Ketat
Pihak BBWS Citanduy berkomitmen menjaga mutu dan keterbukaan informasi publik dalam proyek ini. Selain pengawasan rutin dari SDA OP-2, warga Tayem Timur turut dilibatkan sebagai tenaga kerja sekaligus pengawas sosial untuk menjamin kualitas sesuai harapan.
Warga menyambut baik pelaksanaan proyek ini karena dianggap sebagai upaya nyata pemerintah dalam menanggulangi bencana alam secara preventif.
“Kami sangat mendukung proyek ini, karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat di sekitar bantaran sungai,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat.
Menghindari Praktik Asal Jadi
Sebagaimana diberitakan sebelumnya di beberapa wilayah Cilacap, beberapa proyek bronjong sempat menuai kritik karena diduga dikerjakan secara asal-asalan. Namun untuk proyek di Tayem Timur ini, pihak PPK dan BBWS memastikan pelaksanaan dilakukan secara profesional, dengan keterbukaan data dan pengawasan berkala di lapangan.
Papan nama proyek, volume pekerjaan, dan anggaran ditampilkan secara terbuka agar publik dapat mengakses dan mengawasi langsung prosesnya.
Dengan pengawasan ketat dan pelibatan warga lokal, pembangunan bronjong di Desa Tayem Timur diharapkan menjadi percontohan proyek pengamanan sungai yang efektif dan transparan di bawah BBWS Citanduy.
Laporan: karsono
Editor: Budi Santoso



