
Maskuri, S.Pd, insan pendidik di Kabupaten Gresik (Foto: Subhan Arif BN)
GRESIK, BIDIKNASIONAL.com – Kilas balik, serta mengulas sedikit rutinitas kegiatan yang berlangsung pada lembaga penyelenggaraan pendidikan sekolah tingkat dasar bersama Maskuri, S.Pd. Dimana setelah melalui beberapa perubahan kebijakan pemerintah, kini lebih dikenal dengan sebutan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sekolah Dasar (SD) Negeri.
Dikemas dalam dialog ringan disela-sela menunggu waktu lepas dinas antara awak media Cetak & Online Bidik Nasional bersama salah seorang insan pendidik yang berpengaruh khususnya di lingkungan wilayah kerja pemerintah Kabupaten Gresik, ialah Maskuri, S.Pd sebagai tenaga fungsional daerah yang ditugaskan untuk menjabat sebagai Kepala Sekolah definitif UPT SD Negeri 222 Gempol Kurung 1 dan secara bersamaan juga merangkap sebagai Pelaksana Tugas (Plt) di UPT SD Negeri 216 Boteng, Kecamatan Menganti.
Mengangkat tema mencermati standart kompetensi guru beserta algoritmanya, bab mengenai jenis artikel dalam setiap karya jurnalistik tentu tidak akan terlepas dari apa yang sudah diperoleh dalam tugas-tugasnya atau berdasar, menjadi karakteristik penulis, khususnya selama ini bersama Maskuri, S.Pd.
Sebagai pengingat waktu awal bersua awak media Bidik Nasional dengan seorang Maskuri, S.Pd, adalah senantiasa berkesan sangat dalam dan fulgar pada setiap pertemuan, yakni sebulan sekali bertempat di kantor kerjanya.
Untuk kali yang kesekian artikel berupa karya jurnalistik tersajikan ke tengah publik khususnya dilingkungan penyelenggara pendidikan, dalam rangkah menggenapi peran edukator, berekspektasi sebagai nilai tukar leverage yang berarti sebagai karya nyata profesi.
Membedah human personality seorang Maskuri, S.Pd, mengkolaborasi dengan kompetensi kepribadiannya dan berusaha penulis menterjemahkan karakter performance yang bersumber dari luar basic akademisinya.
Kepiawaian dalam menghadapi dan menyelesaikan tiap-tiap masalah, Maskuri, S.Pd telah teruji dan nampak rileks saat meladeni dialog interaktif yang sesekali awak media Bidik Nasional berintonasi menekan dalam mengemukakan pertanyaan.
Kurun waktu beberapa bulan terakhir, tenaga fungsional daerah khususnya dalam wilayah Kecamatan Menganti, sepanjang dalam catatan Bidik Nasional telah terjadi hal-hal yang tentunya tidak layak dijadikan konsumsi publik, profesionalisme dipertanyakan dan diuji.
Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) adalah organisasi yang terdiri dari kompilasi para kepala sekolah, khususnya dilingkungan penyelenggaraan pendidikan tingkat dasar. K3S dipimpin oleh seorang ketua, terdapat dua tingkat domain kerja yaitu tingkat kecamatan dan tingkat kabupaten, ketua K3S adalah juga seorang kepala sekolah, dalam hal ini berteretori di Upt SD Negri/Swasta.
Fungsi dari pada K3S tidak tertuang dalam peraturan perundangan tertentu, selain sebagai fungsi pengkoordinasian seperti dalam pengamatan awak media Bidik Nasional selama ini, namun beberapa pihak ada yang mengatakan Ketua K3S adalah jabatan bergengsi.
Manusia seutuhnya (insan kamil) adalah prinsip algoritma bagi penulis sebagai target dan tujuannya dalam setiap berinteraksi atau berinterview yang sekaligus menjadi standart hasil dari pada penyelenggaraan pendidikan Nasional.
Berfundamental religius jawa dengan senantiasa bersungguh-sungguh kepada siapapun dan terhadap apapun, dan menerima atas segala sesuatu menjadi keberhasilan entitas kepribadian seorang insan pendidik, tercermin pada figur Maskuri, S.Pd selaku Plt UPT SD Negeri, yaitu saat seluruh karyawan sekolah berpamitan pulang seraya mencium tangannya, “bahwa sekalipun saya tidak pernah menyuruh atau meminta hal yang demikian untuk dilakukan”, tegasnya.
Senyum tipis ringan lekat selalu menghiasi wajah Maskuri, S.Pd, memiliki jati diri sebagai bangsa yang senantiasa tampak pada penampilannya, cerdas berpresisi emosional adalah dedikasinya, cermin sosok Eyang Prabu Punta Dewa yang tidak pernah marah.
Jika kelak mendapat waktu dan kesempatan yang sama, penulis bersama Maskuri, S.Pd, sebagai pengingat bahwa dirinya akan memasuki masa pensiun, pertemuan akan berbicara dan mengungkap tentang history perjalanan hidup dan karirnya. Dialog juga akan membahas lebih luas tentang korelasi prinsip pendidikan IQ (akal), SQ (roh) dan EQ (hati) dengan prinsip penyelenggaraan kehidupan ber-Agama, ber-Negara dan ber-Bangsa, berdasarkan pengetahuan dan pengalaman masing-masing.
Laporan: Subhan Arif
Editor: Budi Santoso



