Wagub Jatim Emil Dardak Kunjungan Kerja di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi

BANYUWANGI, BIDIKNASIONAL.com – Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Emil Elistianto Dardak Kunjungan kerja (Kunker) di pelabuhan penyeberangan ASDP Ketapang, Dalam tersebut Wagub Jatim didampingi Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto, GM ASDP Ketapang Yannes Kurniawan, Dishub Banyuwangi, UPT LLAJ Dishub Jatim, BPTD Ketapang, Gapasdap Banyuwangi, Lanal Banyuwangi, Kodim 0825 Banyuwangi dan PT. Pertamina serta Staikeholder terkait, Senin 28 Juli 2025.
“Terimakasih, pertama kali kita merasakan kepadatan arus lalu-lintas tanggal 15 Juli mulai terjadi antrian, kemudian dengan sigap teman-teman mengalihkan beberapa kapal dari dermaga MB IV ke pelabuhan LCM dan kemudian pada tanggal 23 Juli kembali terjadi kemacetan sekitar 1 – 42 km, yang sebelumnya 15 km. Ada siklus mingguan, dan informasi penambahan kapal tanggal 30 Juli, kapal besar Portling, peran stakeholder dibutuhkan melakukan koordinasi guna pastikan arus laut, sistem yang di ASDP Ketapang tidak bisa dipisahkan dari pelabuhan Tanjungwangi yang melayani ke Lembar, kesiapan dilapangan dari personil untuk mengarahkan kantong parkir di Pusri, Terminal Sritanjung, dan ditambahkan layanan kapal ada di pelabuhan Jangkar Situbondo,” jelas Wagub Jatim Emil E. Dardak kepada Awak Media, Senin pagi (28/7/2025).
Selanjutnya Emil Dardak mengatakan, “Ada wacana satu lagi, yang perlu kita cek yaitu fungsi Jembatan timbang Watu dodol, semua kendaraan di timbang dulu langsung diarahkan ke pelabuhan ASDP, yang bobot 35 ton keatas diarahkan ke Folding area, yang bobot dibawah 35 ton diarahkan ke dermaga MB 1,2,3, dan 4, ada beberapa langkah jumlah Personil segera koordinasi dengan Kemenhubdat terkait fungsional jembatan Watu dodol, apakah ada selain jembatan Watu dodol, satu di Besuki dan satu di Probolinggo yang bisa diantisipasi lonjakan antrian kendaraan”, jelasnya.
Selain itu sambungnya, “di Gunung Kumitir sudah waktunya perbaikan bahu jalan, badan jalan sudah mau ambruk, sudah dalam kondisi darurat, selanjutnya masalah BBM yang langka di Bondowoso dan Jember, untuk pelayanan BBM di over dari Malang dan Surabaya, armada di perbanyak dalam layanan BBM, bagi masyarakat dihimbau jangan panik bying, sedangkan layanan BBM ke Bondowoso lewat Besuki, dan Jember lewat Lumajang, dilanjut potensi antrian kendaraan masih ada, tetapi jangan sampai terjadi lagi kemacetan sampai 15 km bahkan 42 km, pengalaman sebagai tolak ukur untuk penanganannya, dan dalam waktu jangka menengah dan jangka panjang akan dibangun dermaga di pelabuhan Bulusan yang lebih baik, sehingga kendaraan yang masuk ke area lapangan Bulusan langsung ke dermaga kapal”, bebernya.
Laporan: Dj
Editor: Budi Santoso



