JATIMPASURUAN

Terbantu Program JKN, Begini Kisah Nur Khamidah Melawan Penyakit Kritis

PASURUAN, BIDIKNASIONAL.com – Di balik raut wajah sabar seorang ibu dua anak, tersimpan cerita perjuangan luar biasa. Nur Khamidah (32), warga Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, kini harus menjalani hidup dengan penyakit ginjal kronis. Sejak awal tahun 2023, ia harus menjalani prosedur medis tersebut secara teratur setelah mengalami gangguan ginjal yang berawal dari kehamilan keduanya. Di tengah perjuangan menjaga kesehatan, Nur merasa sangat terbantu dengan adanya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Kondisi ini bermula dari tingginya tekanan darah yang dialaminya saat mengandung anak kedua di akhir tahun 2022. Awalnya, ia mengira hanya kelelahan biasa atau efek hormonal dalam kehamilan. Namun, setelah pemeriksaan medis, tekanan darahnya terdeteksi sangat tinggi dan tak kunjung turun, hingga akhirnya ditemukan bahwa hal tersebut berdampak pada ginjalnya.

“Saya kaget waktu dokter bilang harus mulai cuci darah. Saya pikir pola makan saya sudah cukup baik, saya jarang makan sembarangan. Tapi memang saya suka makanan gurih dan asin, seperti keripik, mie, dan lauk-lauk asin. Ternyata itu berpengaruh besar,” ungkap Nur saat diwawancari di ruang Dialis, Jumat (15/08).

Ia tidak pernah menyangka bahwa kebiasaan kecil seperti menyukai makanan asin bisa membawa dampak besar terhadap kesehatan jangka panjang. Apalagi selama ini, ia merasa pola makannya cukup teratur, tidak sering jajan di luar, dan memasak sendiri di rumah. Namun, preferensi terhadap rasa gurih dan asin ternyata berdampak pada tekanan darah, terutama di masa kehamilan.

Setelah melahirkan anak keduanya pada awal 2023, kondisi ginjal Nur semakin melemah. Ia pun resmi didiagnosis mengalami gagal ginjal kronis dan harus menjalani terapi hemodialisis secara rutin agar tubuhnya tetap bisa berfungsi normal.

Di tengah perjuangan tersebut, Nur merasa sangat bersyukur karena dirinya telah terdaftar sebagai peserta JKN melalui kepesertaan suaminya. Suami Nur terdaftar segmen Pekerja Penerima Upah di sebuah pabrik air mineral dalam kemasan di Kabupaten Pasuruan. Sebagai istri, Nur tercatat sebagai tanggungan aktif dalam kepesertaan JKN tersebut.

“Alhamdulillah, saya tidak mengeluarkan biaya sendiri untuk cuci darah. Semua ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Kalau saya harus bayar sendiri, mungkin saya tidak mampu. Biaya cuci darah itu besar, belum lagi obat dan pemeriksaan rutin. JKN sangat meringankan beban kami,” ucapnya

Kini, setiap pekan, Nur datang ke RSUD Soedarsono yang berada di Kota Pasuruan untuk menjalani cuci darah. Ia merasa nyaman dengan pelayanan yang diberikan rumah sakit, mulai dari proses administrasi yang cepat, ruang tunggu yang bersih, hingga sikap ramah para petugas medis.

“Meskipun awalnya saya sedih harus bolak-balik rumah sakit, tapi pelayanan di sini sangat membantu. Dokternya baik, perawatnya juga perhatian. Saya merasa tidak sendiri,” katanya.

Nur memiliki dua orang anak yang menjadi sumber semangatnya menjalani hari-hari. Anak pertamanya kini berusia 9 tahun. Sementara anak keduanya baru berumur 2 tahun dan masih sangat membutuhkan perhatian khusus.

“Kalau bukan karena anak-anak, saya mungkin sudah menyerah. Tapi saya harus kuat demi mereka. Saya ingin mereka tumbuh dengan ibu yang tetap ada di sampingnya, walaupun dengan kondisi seperti ini,” tutur Nur.

Ia berharap pemerintah terus mempertahankan dan meningkatkan layanan JKN, karena menurutnya program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kecil yang mengalami penyakit kronis seperti dirinya. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menunda mendaftarkan diri sebagai peserta JKN.

“Banyak orang merasa sehat dan merasa tidak butuh. Tapi ketika musibah datang tiba-tiba seperti saya, baru terasa betapa pentingnya punya jaminan kesehatan. Saya tidak bisa membayangkan kalau saya tidak terdaftar sebagai peserta,” pesannya.

Nur pun berharap agar kisahnya bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat, terutama para ibu hamil, agar lebih bijak dalam menjaga pola makan dan rutin memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjadi peserta JKN sebelum sakit datang tanpa diduga.

Laporan: rn/ra/red

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button