
Ilustrasi
JOMBANG, BIDIKNASIONAL.com – Dana BOS belum cair,ada indikasi disebabkan masalah pengajuan data sekolah di Dapodik, kelalaian dalam melengkapi persyaratan dan dokumen, masalah teknis dan verifikasi data oleh dinas, serta keterlambatan penyaluran dari pemerintah pusat.
Sehingga memasuki sejak akhir Agustus,dana bantuan operasional sekolah (BOS) SMP tahap 2 di Kabupaten Jombang tahun ini belum 100 persen cair.
Keterlambatan pencairan ini berakibat, beberapa kepala sekolah harus putar otak cari talangan untuk menutupi kebutuhan. Dampaknya juga gaji guru dua bulan terakhir dibayar dengan dana talangan.
’’Belum cairnya BOS tahap kedua ini, padahal sudah diharapkan, masak cari dana talangan terus,’’ ujar salah satu Kepala SMPN di Jombang.
Keterlambatan itu menjadi dampak lainnya , padahal dana BOS menjadi satu-satunya yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional sekolah.
Padahal biasanya, untuk tahap pertama paling lambat cair akhir Januari. Selanjutnya pada tahap kedua cair paling lambat akhir Juli. Tapi sekarang, hingga akhir Agustus belum ada tanda-tanda pencairan.
’’Tahap pertama Januari sampai Juni cair akhir Januari. Terus Juli sampai Desember biasanya cair akhir Juli, tapi ini sampai akhir Agustus belum cair,’’ ungkapnya.
Padahal melihat dari kebutuhan sekolah terus berjalan, apalagi di sekolah-sekolah besar seperti SMPN 1 Jombang. Minimal Rp 40-50 juta kebutuhan dalam satu bulan.
Seperti halnya di SMPN 1 Jombang sendiri masih memiliki 12 guru tidak tetap (GTT) dan delapan pegawai tidak tetap (PTT). Gajinya diambil dengan dana BOS. Kebutuhan gaji tiap bulan sekitar Rp 26 juta. Belum lagi kebutuhan listrik sekitar Rp 6 juta. Internet dan air sekitar Rp 2 juta. Kegiatan ekstrakurikuler sekolah juga harus tetap berjalan. Kebutuhannya sekitar Rp 5 juta per bulan.
“Jadi hingga saat ini banyak kepala sekolah yang mumet.Kalau sekolah besar, minimal banget itu Rp 40 juta per bulan,’’ ujar nya
Akibat dari keterlambatan pencairan dana BOS membuat sekolah harus mencari dana talangan, setidaknya dua bulan terakhir, kegiatan sekolah menggunakan dana talangan. Kepala sekolah harus melakukan pinjaman ke koperasi, dengan konsekuensi bunga.
”Bunganya tidak besar, hanya sekitar 0,8 persen, karena itu koperasi guru, itu alternatif jika BOS belum cair,” ungkap nya.
Pertanyaan nya, apakah ada sekolahan di kabupaten Jombang yang belum diverifikasi Dinas Pendidikan Jombang. Karena mungkin terdapat beberapa sekolah yang belum memverifikasi sisa dana BOS ? (bersambung edisi depan)
Laporan: tok
Editor: Budi Santoso



