GRESIKJATIM

BPJS Kesehatan Gresik Tegaskan Komitmen Perkuat Layanan Promotif dan Preventif Peserta JKN

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo (Foto: ist)

GRESIK, BIDIKNASIONAL.com – BPJS Kesehatan Cabang Gresik menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan promotif dan preventif bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, sekaligus menekan angka pembiayaan kesehatan yang tinggi akibat penyakit kronis.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, mengatakan bahwa layanan promotif dan preventif menjadi fondasi penting dalam sistem JKN. Ia menyebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan jaminan ketika sakit, namun juga berhak memperoleh layanan edukasi, pencegahan, hingga deteksi dini berbagai penyakit.

“Peserta JKN berhak atas layanan promotif dan preventif, mulai dari edukasi pola hidup sehat, imunisasi, hingga skrining kesehatan. Dengan langkah ini, kami berharap masyarakat tidak menunggu sakit dulu baru berobat, tetapi bisa lebih waspada dan menjaga kesehatannya sejak dini,” jelas Janoe, Kamis (04/09).

Menurutnya, pelayanan promotif dan preventif telah tersedia di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Layanan tersebut mencakup imunisasi dasar, skrining kesehatan untuk penyakit jantung, hipertensi, diabetes, kanker serviks, hingga edukasi mengenai gizi seimbang dan aktivitas fisik.

“Pelayanan promotif dan preventif ini sangat penting. Misalnya, skrining kesehatan dapat membantu masyarakat mendeteksi lebih awal potensi penyakit. Jika sejak awal diketahui, maka penanganan bisa lebih cepat, lebih mudah, dan biayanya jauh lebih ringan dibanding ketika penyakit sudah parah,” tambah Janoe.

Ia menegaskan, BPJS Kesehatan tidak hanya ingin dikenal sebagai penyedia layanan kuratif atau pengobatan, tetapi juga sebagai penggerak pola hidup sehat di masyarakat. Oleh karena itu, peserta JKN didorong untuk aktif memanfaatkan layanan promotif dan preventif yang tersedia di Puskesmas maupun klinik mitra BPJS Kesehatan terdekat.

Selain di fasilitas kesehatan, BPJS Kesehatan juga mengembangkan berbagai inovasi digital untuk mendukung layanan ini. Aplikasi Mobile JKN telah menyediakan fitur-fitur edukasi kesehatan, pengingat layanan, serta kemudahan akses informasi tentang program promotif dan preventif.

“Di era digital ini, peserta tidak perlu repot. Melalui Mobile JKN, masyarakat bisa mengakses informasi tentang layanan kesehatan, termasuk jadwal skrining dan program edukasi. Kami terus berupaya mendekatkan layanan, agar semakin mudah dijangkau oleh semua kalangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Janoe menyebut salah satu program unggulan yang berjalan saat ini adalah Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Program ini menyasar peserta JKN penderita hipertensi dan diabetes melitus dengan pendekatan berkesinambungan, mulai dari edukasi, senam kesehatan, pemantauan rutin, hingga kunjungan rumah.

“Prolanis merupakan wujud nyata pelayanan promotif dan preventif. Kami ingin peserta dengan penyakit kronis tetap produktif, sehat, dan kualitas hidupnya terjaga. Ini bukan hanya soal biaya kesehatan, tapi soal bagaimana masyarakat bisa hidup lebih sehat dan bahagia,” tegas Janoe.

Ia pun mengajak masyarakat Gresik, khususnya peserta JKN, untuk aktif memanfaatkan haknya dalam layanan promotif dan preventif. Dengan menjaga kesehatan sejak dini, masyarakat bisa mengurangi risiko penyakit serius sekaligus meringankan beban pembiayaan kesehatan.

“BPJS Kesehatan akan terus mendukung langkah ini. Mari bersama-sama kita wujudkan masyarakat yang lebih sehat, bukan hanya mengobati penyakit, tapi juga mencegahnya sejak awal,” pungkas Janoe.

Kegiatan Prolanis ini mendapat dukungan dari Lailatul Arifah, Penanggung Jawab Prolanis Puskesmas Ujungpangkah Kabupaten Gresik. Menurutnya, prolanis merupakan salah satu program yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan mencegah terjadinya komplikasi penyakit yang bisa saja terjadi pada peserta.

“Melalui pemantauan kesehatan rutin, edukasi kesehatan dan adanya dukungan sosial serta silaturahmi antar peserta menjadikan peserta prolanis lebih bahagia dan semangat untuk tetap hidup sehat. Di kegiatan prolanis juga peserta bisa saling berbagi informasi dan pengalaman terkait pengelolaan cara hidup sehat dan produktif dari setiap individu, saling cerita satu sama lain sehingga terasa seperti keluarga sendiri,” tuturnya.

Laporan: red

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button