
Dokter Achmad Noval Rilo Pambudi (Foto: ist)
PASURUAN, BIDIKNASIONAL.com – Pemanfaatan layanan promotif dan preventif dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus didorong oleh berbagai pihak sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit sejak dini. Salah satu bentuk dukungan nyata datang dari tenaga kesehatan di tingkat layanan primer, yang berperan aktif memberikan edukasi dan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan tersebut secara optimal.
Dokter Achmad Noval Rilo Pambudi dari Klinik Al Aziz, Kota Pasuruan, menyampaikan pentingnya peran fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dalam mendorong peserta JKN memanfaatkan layanan promotif dan preventif. Menurutnya, pendekatan pencegahan lebih efektif dalam menekan angka kesakitan di masyarakat daripada hanya mengandalkan pengobatan saat penyakit sudah menyerang.
“Selama ini, sebagian besar masyarakat hanya datang ke fasilitas kesehatan ketika sudah sakit. Padahal, JKN telah menyediakan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan rutin yang bertujuan untuk mendeteksi potensi penyakit sejak dini,” ujar dr. Noval saat ditemui di Klinik Al Aziz pada Jumat (08/25).
Ia mencontohkan layanan seperti skrining riwayat kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan edukasi kesehatan yang bisa dimanfaatkan peserta JKN secara gratis. Layanan ini menjadi dari upaya promotif dan preventif yang sangat penting untuk mencegah penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung.
“Sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif, Klinik Al Aziz secara rutin menyelenggarakan kegiatan senam Prolanis guna membantu pasien menjaga kesehatan dan mencegah komplikasi penyakit kronis. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi pasien agar lebih peduli terhadap pola hidup sehat,” tambahnya.
Dr. Noval juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu bertanya kepada petugas kesehatan tentang layanan ini. Ia menegaskan bahwa seluruh peserta JKN berhak atas layanan tersebut tanpa dikenakan biaya tambahan, asalkan terdaftar di fasilitas kesehatan tingkat pertama sesuai dengan ketentuan.
Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Pasuruan, Dina Diana Permata, menguatkan pernyataan tersebut dengan menekankan bahwa layanan promotif dan preventif adalah bagian penting dari transformasi layanan primer dalam program JKN.
“BPJS Kesehatan tidak hanya hadir untuk memberikan jaminan biaya pengobatan saat sakit, tetapi juga berperan dalam mendorong masyarakat menjalani gaya hidup sehat dan melakukan pencegahan penyakit sejak dini,” ujar Dina.
Menurut Dina, selama ini pemanfaatan layanan promotif dan preventif masih tergolong rendah karena kurangnya informasi dan pemahaman dari peserta JKN. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan gencar melakukan sosialisasi dan edukasi baik secara langsung maupun melalui media sosial, termasuk melalui kerja sama dengan fasilitas kesehatan seperti Klinik Al Aziz.
“Melalui kegiatan sosialisasi, edukasi kesehatan, dan pemanfaatan media sosial, kami ingin mengubah pola pikir masyarakat. Jangan tunggu sakit dulu baru ke dokter. Datanglah secara berkala untuk cek kesehatan, apalagi sekarang prosesnya sangat mudah dan tidak dikenakan biaya,” jelasnya.
Dina juga menyampaikan bahwa pemanfaatan layanan promotif dan preventif merupakan bagian penting dari prinsip gotong royong dalam Program JKN. Dengan mencegah penyakit sejak dini, masyarakat berkontribusi dalam menjaga kesehatan secara berkelanjutan. Upaya ini turut mendukung keberlangsungan Program JKN agar tetap memberikan manfaat bagi seluruh peserta.
“Kami berharap masyarakat semakin aktif memanfaatkan layanan promotif dan preventif yang tersedia. kesehatan merupakan investasi jangka panjang, di mana langkah pencegahan memegang peranan penting sebagai kunci utama menjaga kualitas hidup,” pungkas Dina.
Dengan sinergi antara tenaga kesehatan dan BPJS Kesehatan, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui layanan promotif dan preventif semakin meningkat, sehingga kualitas hidup masyarakat dapat terus terjaga dan membaik.
Laporan: rn/ra/red
Editor: Budi Santoso



