
MADIUN, BIDIKNASIONAL.com – Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Salah satu perang nyata FKTP adalah melalui edukasi pola hidup sehat kepada peserta JKN dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun,Wahyu Dyah Puspitasari menyampaikan bahwa sebagai garda terdepan dalam sistem pelayanan kesehatan, FKTP tidak hanya berfungsi sebagai tempat memberikan layanan kesehatan, tetapi juga memberikan layanan promotif preventif kepada peserta JKN. Edukasi mengenai pola hidup sehat menjadi salah satu kunci penting dalam mencegah berbagai jenis penyakit, terlebih jenis penyakit yang menjadi penyumbang biaya terbesar dalam pembiayaan Program JKN.
“Upaya promotif dan preventif yang dilakukan oleh FKTP dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti penyuluhan tentang kesehatan, pemeriksaan kesehatan berkala, serta pemantauan kondisi pasien yang memiliki penyakit kronis dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis),” kata Ita, Rabu (10/9) saat ditemui di Madiun.
Program Prolanis merupakan sistem pelayanan kesehatan dengan pendekatan proaktif terintegrasi, melibatkan peserta JKN, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta penyandang penyakit kronis, khususnya diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi. Sehingga harapannya dengan adanya program tersebut peserta JKN dapat mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.
Di kesempatan lain, Penanggung jawab Program Prolanis Puskesmas Banjarejo, Aulia Fatwa juga menegaskan bahwa Program Prolanis menjadi dalah satu bentuk nyata peran FKTP dalam menjaga kesehatan peserta JKN, terutama peserta JKN yang memiliki riwayat penyakit kronis. Melalui program tersebut, FKTP mendampingi peserta JKN dalam memberikan edukasi dalam menjalani pola hidup sehat, konsultasi rutin, pemeriksaan laboratorium berkala dan dan kegiatan senam rutin.
“Edukasi dilakukan secara langsung maupun tidak langsung melalui media sosial. Tujuannya adalah guna menjangkau lebih luas segmentasi usia produktif dan remaja yang cenderung kurang peduli terhadap pola hidup sehat,” ungkap Aulia, ditemui di Puskemas Banjarejo, Selasa (9/9).
Aulia menambahkan bahwa perubahan pola hidup masyarakat harus dimulai dari edukasi yang konsisten dan mudah dipahami. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menyampaikan pesan dan informasi seputar kesehatan dengan Bahasa yang sederhana serta pendekatan yang mudah dipahami oleh peserta JKN.
“Selain memberikan penyuluhan kesehatan, kami juga melakukan cek kesehatan secara berkala, edukasi menghindari asap rokok, edukasi untuk rajin melakukan aktivitas fisik berolahraga, diet yang sehat dan seimbang, istirahat yang cukup hingga mengelola stress. Kegiatan-kegiatan tersebut harapannya dapat menjadi pedoman yang mudah diingat dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Upaya edukatif yang dilakukan oleh FKTP turut membeirkan pengaruh pada pengendalian klaim pembiayan dalam Program JKN. Dengan meningkatknya kesdaran masyarakat akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat dan pentingnya upaya pencegahan, maka kunjungan ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dapat dikendalikan, sehingga hal tersebut menjadi dalah satu bentuk dukungan dalam keberlanjutan Program JKN.
BPJS Kesehatan terus mendorong peningkatan kuaitas pelayanan di FKTP, termasuk dalam aspek promotif dan preventif. Melalui sinergi dengan fasilitas kesehatan dengan BPJS Kesehatan maka diharapkan edukasi pola hidup sehat dapat menjangkau lebih banyak peserta dan membawa perubahan nyata dalam perilaku hidup sehat.
“Selain dapat mewujudkan kesehatan bagi seluruh masyarakat, harapannya juga dapat mengendalikan beban pembiayaan Program JKN. Dengan begitu, program jaminan kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan dapat terus berkelanjutan memberikan jaminan perlindungan kesehatan,” kata Aulia.
Laporan: rn/tk/red
Editor: Budi Santoso



