JATIMJOMBANG

Gagalnya Rehab Masjid RSUD Jombang, Potret Buruk Kepemimpinan Dr. dr. Ma’murotus Sa’diyah 

JOMBANG, BIDIKNASIONAL.com – Di bawah Pimpinan baru, setelah dr. Puji Umbaran sebelumnya sebagai direktur RSUD Jombang sudah mendapatkan raport buruk, gagalnya rehab masjid di RSUD Jombang di tahun 2022 setelah dipimpin oleh Dr.dr. Ma’murotus Sa’diyah M.Kes.

Berbagai keterangan dihimpun BN, rencana yang sudah matang pada rehab masjid di RSUD Jombang, diduga karena terburu- buru pada pergantian pimpinan dari dr. Puji Umbaran diganti oleh Dr.dr Ma’murotus Sa’diyah. Diduga mendekati masa pensiun (pergantian Bupati), waktu itu Bupati Mundjidah menggeser dr. Puji Umbaran sebagai Direktur RSUD Jombang. Sehingga otomatis dari manajemen lama yang juga banyak yang dimutasi, diganti oleh manajemen baru.

Memang pada waktu itu menurut informasi yang di terima Bidik Nasional (BN) tepat nya di tahun 2022, diduga ada sebuah persaingan antar manajemen di RSUD Jombang. Waktu itu manajemen lama dipimpin dr. Puji Umbaran. Akhirnya terjadi pergeseran jabatan di RSUD Jombang . Dari pergantian Direktur RSUD Jombang yang baru, otomatis manajemen lama tersingkir.

Menurut informasi yang diterima BN, Direktur RSUD Jombang Dr.dr Ma’murotus Sa’diyah.M.Kes. adalah masih ada hubungan keluarga dengan Bupati Mundjidah waktu itu. Padahal waktu itu Direktur RSUD Jombang, ada rencana rehab masjid di RSUD Jombang, itu sudah direncanakan secara matang, tetapi apa mau dikata rencana mulya yang di gagas dr. Puji Umbaran terhenti. Sampai sekarang rencana rehab masjid RSUD Jombang tidak berlanjut.

Entah karena apa tidak dilaksanakan padahal perencanaannya dan persiapan sudah dilakukan tinggal pelaksanaannya. Padahal waktu direncanakan mengundang semua jajaran SKPD Jombang termasuk Bappeda, kini hanya tinggal kenangan.

Waktu itu BN ketika konfirmasi Kepala Bappeda Jombang Danang melalui WhatsApp (WA) mengatakan, “tanya ke RSUD Jombang,” jawabnya. Ketika itu pihak RSUD Jombang dikonfirmasi, kenapa rencana rehab masjid dibatalkan, “tidak ada” ujarnya kepada BN.

Jawaban yang aneh dari pihak RSUD Jombang dari manajemen baru ketika itu. Perlu diketahui, rencana rehab masjid tersebut sudah dianggarkan senilai Rp 5 Milyar, dana dari BLUD RSUD Jombang.

Menurut sumber terpercaya,” bahwa rencana itu sudah fix, perencanaan sudah final. Pertanyaannya , bagaimana kah dengan anggaran 5 Milyar untuk rehab masjid RSUD Jombang tersebut..?,” ujar sumber itu.

Menurut salah satu ASN yang bekerja di RSUD Jombang yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada BN, ” Anggaran 5 Milyar itu masih belum ada, itu cuma masih rencana anggarannya segitu, jadi yang itu masih belum ada. Jadi kalau rencana rehab itu gagal, ya dananya masih belum muncul,” ujarnya kepada BN.

Sementara itu, menurut sumber lain mengatakan, “Pada rencana rehab masjid di RSUD Jombang padahal perencanaan yang sudah terealisasi, akhirnya gagal total, ini menunjukkan sebuah raport buruk di bawah kepemimpinan Direktur baru Dr dr Ma’murotus Sa’diyah, karena rencana rebab tersebut tidak diteruskan. Padahal rencana rehab rmasjid RSUD Jombang waktu itu akan dimasukkan dalam DPA RSUD Jombang 2022.

Sementara itu, menurut sumber di RSUD Jombang, “Waktu di dr.Puji Umbaran juga merasa sangat menyesalkan rencana rehab masjid tersebut tidak diteruskan. Bahkan pada rehab masjid di RSUD Jombang tersebut sudah diperhitungkan secara matang. Awal mula pada rehab masjid tersebut, rencananya pada bangunan tersebut dimajukan ke depan dan dibuat 3 lantai. Itu diperkirakan selesai dalam 10 bulan. Jadi perencanaannya waktu itu diakhir tahun 2021, cuma waktu itu belum tayang di ULP, tapi sudah siap. Waktu itu di awal tahun 2022. Ketika itu Bupati Mundjidah malah minta pemaparan segala, jadi setelah pemaparan itu tiba- tiba dr. Puji Umbaran dimutasi, ada masalah apa tidak tahu. Rehab masjid di RSUD Jombang pun gagal, padahal waktu itu sudah siap untuk lelang, tetapi belum tayang di ULP (Unit Layanan Pengadaan). Jadi kegagalan rehab masjid di RSUD Jombang di duga karena ulah Bupati Mundjidah waktu itu, padahal sudah dipaparkan dan disaksikan sendiri oleh Bupati Mundjidah.

Pergantian Direktur RSUD Jombang dari dr. Puji Umbaran ke Dr.dr .Ma’murotus Sa’diyah diduga ada sebuah skenario terburu buru tanpa memperhitungkan sebuah rencana yang sudah diperhitungkan, tetapi justru gagal yang tidak tahu pasti maksud dan tujuannya.

Tetapi di bawah Direktur RSUD Jombang yang baru Dr dr. Ma’murotus Sa’diyah diduga ada sebuah potret buruk pada masa kepemimpinan nya. Sampai berita ini diterbitkan BN belum berhasil konfirmasi ke direktur RSUD Jombang atau yang mewakili, klarifikasi dan penjelasan pihak RSUD ditunggu redaksi BN di telpon/WA 08123209640.

Laporan: Tok

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button