BANYUWANGIJATIM

Dinas Kesehatan Banyuwangi Berupaya Tingkatkan Pencegahan TBC Paru

BANYUWANGI, BIDIKNASIONAL.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi tetap fokus dalam program pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Jumat (19/9), Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat, SKM, MS.i, menjelaskan kepada bidiknasional.com bahwa Situasi TBC Banyuwangi kondisi sampai Agustus 2025:

• Terduga TBC ditemukan 18.637 orang (87,91% dari estimasi target). Berarti masih ada banyak kasus laten yang belum terdeteksi.

• Kasus baru TBC: 1.976 (45,3% treatment coverage), dibanding estimasi (target) 4.362. Berarti banyak pasien terdiagnosis belum memulai atau belum tuntas pengobatan.

• Kematian akibat TBC: 57 kasus.

• Kasus TBC Anak: 264 anak, dengan 255 anak telah diobati. Mengindikasikan adanya transmisi aktif dalam rumah tangga.

• Keberhasilan pengobatan TBC: 83,7%.

Tantangan nya yaitu;

• Pencegahan perlu terus dikuatkan

• Belum semua mengakses pengobatan.

• Masih ada stigma masyarakat terhadap TBC.

• Belum semua pasien TBC memiliki jaminan kesehatan.

Lebih lanjut dijelaskan, Penanggulangan melibatkan perilaku hidup sehat seperti makan makanan bergizi, menjaga sirkulasi udara baik, dan berolahraga, tindakan pencegahan penularan seperti etika batuk yang benar, menggunakan masker, dan menjaga kebersihan, serta intervensi medis seperti vaksinasi BCG pada anak dan pengobatan pencegahan pada kontak TBC. Selain itu, diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan dan penanggulangan stigma TBC, serta kolaborasi lintas sektor untuk mencapai eliminasi TBC.

Promosi dan Pencegahan;

1. Pola Hidup Sehat:

• Konsumsi makanan bergizi.

• Cukup istirahat dan tidak merokok.

• Rutin berolahraga.

2. Pencegahan Penularan:

• Etika Batuk dan Bersin: Tutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan atas bagian dalam, kemudian buang tisu ke tempat sampah.

• Masker: Gunakan masker terutama di tempat ramai dan saat berinteraksi dengan orang lain untuk mencegah penyebaran bakteri.

• Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan: memastikan rumah tidak lembab, sirkulasi udara rumah cukup baik, ada cahaya matahari masuk (UV) dan menjemur alas tidur secara rutin.

• Hindari Kontak Dekat: Kurangi kontak erat dengan penderita TBC.

Intervensi Kesehatan;

* Komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat

* Vaksinasi BCG:Diberikan pada anak-anak di bawah usia 5 tahun.

* Obat Pencegahan TBC (TPT):Diberikan kepada anak-anak yang memiliki kontak erat dengan penderita TBC, serta anak dengan HIV positif atau imunokompromais.

* Periksa Diri: Segera periksakan diri ke puskesmas atau klinik jika mengalami gejala TBC seperti batuk berkepanjangan.

Diharapkan untuk peran Masyarakat dan lintas sektor:

* Peningkatan Kesadaran: Melakukan penyuluhan dan kampanye untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang TBC.

* Penanggulangan Stigma: Mengubah pandangan negatif tentang TBC menjadi cerita tentang kesembuhan dan keberhasilan pengobatan.

* Kolaborasi Lintas Sektor: Mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam upaya pencegahan dan pengendalian TBC.

* Deteksi Dini: Membantu dalam skrining atau penapisan awal untuk deteksi dini kasus TBC.

Laporan: Dj

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button