
Endang Warniati peserta JKN warga Kelurahan Mayangan, Kota Probolinggo (Foto: ist)
PASURUAN, BIDIKNASIONAL.com – Program Rujuk Balik (PRB) yang dijalankan BPJS Kesehatan terus memberikan manfaat nyata bagi para peserta dengan penyakit kronis. Salah satunya dialami oleh Endang Warniati, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berusia 75 tahun, warga Kelurahan Mayangan, Kota Probolinggo.
Endang ditemui saat menghadiri kegiatan koperasi peserta PRB Prolanis Terintegrasi yang digelar di Ruang Pertemuan Edelweis RSUD dr. Mohamad Saleh, Kota Probolinggo, Kamis (4/9/2025). Dalam kesempatan tersebut, ia berbagi pengalaman bagaimana program PRB membantu dirinya dalam menjaga kesehatan di usia lanjut.
“Dulu saya nggak punya penyakit sama sekali. Tapi makin tua, kok malah muncul hipertensi yang tidak turun-turun,” ujarnya membuka cerita.
Meski begitu, Bu Endang tidak putus asa. Ia berusaha menata kembali pola hidup dengan rajin berolahraga, mengatur pola makan, serta menjaga hati agar tetap gembira. Menurutnya, hati yang tenang dan pikiran yang positif adalah salah satu obat paling mujarab.
“Kalau pola pikir kita stres, itu bisa memperburuk kesehatan. Jadi saya belajar untuk santai, slow, banyak bersyukur, banyak beribadah, dan tetap aktif,” tambahnya.
Tiga tahun lalu, Bu Endang resmi terdiagnosis hipertensi. Bahkan, ia sempat mengalami tekanan darah hingga 200 disertai vertigo, yang membuatnya harus dibawa anaknya ke rumah sakit di Surabaya. Sejak saat itu, dokter menganjurkan agar ia rutin mengonsumsi obat. Kini, ia tidak pernah absen meminum obat hipertensi yang diresepkan.
“Saya nggak berani tidak minum obat, karena pernah ada tetangga saya yang menyepelekan hipertensi, akhirnya meninggal. Jadi saya benar-benar rutin menjaga kesehatan,” tuturnya.
Dalam kesehariannya, Bu Endang melakukan kontrol rutin ke rumah sakit setiap bulan. Beberapa kali ia sempat berobat di klinik Citra, hingga akhirnya kini lebih banyak memanfaatkan layanan PRB di RSUD dr. Mohamad Saleh. Melalui program PRB, ia merasa sangat terbantu karena tidak perlu lagi menunggu antrean panjang hanya untuk mengambil obat.
“Sekarang saya tinggal ambil obat saja, jadi lebih hemat waktu. Saya ini orangnya suka aktif di lapangan, jadi program ini sangat membantu,” katanya penuh syukur.
Ia mengaku, baru sekitar dua hingga tiga bulan terakhir aktif memanfaatkan layanan PRB. Menurutnya, pelayanan yang diberikan sangat baik. Petugas di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) maupun rumah sakit selalu ramah dan penuh perhatian.
“Pelayanannya bagus sekali. Pegawai-pegawainya perhatian, dokternya juga baik. Saya merasa sangat terbantu,” ungkapnya. Ia menilai layanan kesehatan yang diterimanya selama mengikuti program JKN, khususnya melalui PRB, memberikan rasa aman karena pengobatannya bisa berjalan lancar dan berkesinambungan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bu Endang juga menegaskan kepuasannya terhadap program PRB. Baginya, program ini memudahkan pasien dengan penyakit kronis untuk tetap mendapatkan obat secara rutin tanpa harus melalui prosedur yang rumit.
“Saya sangat setuju dengan adanya program Rujuk Balik ini. Pasien jadi lebih mudah, waktunya juga lebih efisien. Saya sangat suka sekali dan bersyukur dengan adanya program ini,” ujarnya.
Di akhir perbincangan, Bu Endang menyampaikan rasa syukur dan doa untuk masyarakat, khususnya di Kabupaten dan Kota Probolinggo. Menurutnya, kesehatan tidak hanya soal fisik, tetapi juga menyangkut ketenangan hati, pikiran positif, serta hubungan sosial yang harmonis dengan sesama.
“Saya bersyukur, di Probolinggo ini suasananya rukun dan damai. Semua berkat doa dari saudara-saudara, walaupun berbeda keyakinan. Itu juga membuat hati saya tenang dan sehat,” tutupnya.
Laporan: rn/ra/red
Editor: Budi Santoso



