
Kepala Dinas Pendidikan Jombang, Wor Windari (Foto: ist)
JOMBANG, BIDIKNASIONAL.com – Revitalisasi adalah Program pemerintah melalui kementerian Pendidikan Kebudayaan, Risert, dan Teknologi, maka Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Jombang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melakukan revitalisasi terhadap 22 sekolah negeri di wilayahnya pada tahun ini. Program dengan anggaran belasan miliar rupiah itu menyasar 14 SD dan 8 SMP.
Sementara saat itu Kepala Disdikbud Jombang, Wor Windari, mengatakan revitalisasi sekolah dilakukan untuk memperbaiki sarana belajar yang sudah tidak layak, sekaligus memberikan kenyamanan bagi siswa.
“Nilai setiap sekolah berbeda-beda, tergantung kerusakan dan kebutuhannya,” ujar Wor saat dikonfirmasi, Minggu (21/9/2025).
Adapun dianggarkan Pengadaan Peralatan TIK untuk SD di P-APBD 2024. Sedangkan untuk jenjang SMP, anggaran yang dikucurkan mencapai sekitar Rp 12 miliar, sementara untuk SD masih menunggu proses perjanjian kerja sama dengan Kementerian Pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Jombang menambahkan, “pelaksanaan program dilakukan dengan sistem swakelola. Artinya, masyarakat sekitar hingga orang tua siswa dapat dilibatkan langsung dalam pengerjaan,” ujarnya.
“Swakelola dikerjakan masyarakat, bisa juga wali murid yang ikut membantu,” ungkapnya.
Selain itu untuk menjamin transparansi, setiap sekolah penerima bantuan mendapatkan pendampingan dari aparat penegak hukum (APH), termasuk kejaksaan, serta monitoring dari Disdikbud. Ia menegaskan, penentuan sekolah penerima tidak berdasarkan rekomendasi dinas, melainkan melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang diverifikasi langsung oleh Kementerian.
“Semua pengajuan lewat Dapodik, dilengkapi bukti kondisi sekolah. Dari situ kementerian yang menentukan. Dengan program revitalisasi ini, pemerintah daerah berharap fasilitas pendidikan di Jombang semakin layak, sehingga siswa dapat belajar dengan lebih aman dan nyaman,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Jonbang.
Perlu diketahui, revalitasi tidak hanya mencakup perbaikan fisik, tetapi juga mendorong inovasi dan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan.
Laporan: Tok
Editor: Budi Santoso



