JATIMMADIUN

Cegah Lebih Awal Sehat Lebih Lama, Peserta JKN Ini Rasakan Manfaat Skrining Riwayat Kesehatan

MADIUN, BIDIKNASIONAL.com – Guna meningkatkan layanan promotif dan preventif dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan terus memperkuat program skrining riwayat kesehatan agar masyarakat dapat mendeteksi potensi penyakit sejak dini. Upaya ini menjadi bagian dari strategi dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya responsif, melainkan juga proaktif.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari menyampaikan bahwa skrining riwayat kesehatan menjadi salah satu prioritas dalam penyelenggaraan Program JKN. Adapun tujuan dari program tersebut guna meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya hidup sehat.

“Skrining riwayat kesehatan ini cukup dilakukan satu kali dalam satu tahun, namun manfaatnya sangat besar. Dari hasil skrining peserta bisa mengetahui apakah ada potensi risiko penyakit tertentu,” jelas Ita saat ditemui di kantornya, Senin (22/9).

Ita menambahkan bahwa dalam melakukan skrining riwayat kesehatan peserta JKN tidak perlu datang langsung ke fasilitas kesehatan, karena saat ini sudah tersedia fitur skrining riwayat kesehatan di Aplikasi Mobile JKN. Fitur ini memudahkan peserta JKN untuk mengisi data dalam skrining riwayat kesehatan secara mandiri, kapan dan di mana saja.

“BPJS Kesehatan terus mendorong pemanfaatan teknologi melalui Aplikasi Mobile JKN. Namun selain melalui aplikasi, skrining riwayat kesehatan dapat diakses melalui website BPJS Kesehatan, layanan PANDAWA ataupun Aplikasi P-Care pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP),” tambahnya.

Sandyka (23), warga Kota Madiun merupakan salah satu peserta JKN yang telah merasakan manfaat hadirnya layanan skrining riwayat kesehatan. Bagi Sandyka, menjaga kesehatan bukan hanya soal berobat saat sakit, akan tetapi juga melakukan langkah pencegahan sedini mungkin.

Pria yang memiliki kegemaran olah raga lari itu mengaku bahwa awalnya merasa tidak perlu melakukan pemeriksaan kesehatan karena dirinya tidak sakit. Namun setelah mengetahui informasi tentang skrining riwayat kesehatan, ia memutuskan untuk mencobanya.

“Tahu informasi tentang skrining riwayat kesehatan dari sosial media, kemudian saya pikir tidak ada salahnya untuk mencoba untuk mengecek kondisi kesehatan awal. Ternyata prosesnya sangat mudah dan bahkan hasilnya pun cukup lengkap,” kata Sandyka, Selasa(23/9).

Sandyka menceritakan bahwa ia mengisi pertanyaan seputar kebiasaan makan, aktivitas fisik, pola tidur dan riwayat penyakit dalam keluarga. Jika sudah selesai mengisi semua pertanyaan, maka akan keluar hasil skrining riwayat kesehatan yang akan menunjukkan tingkat risiko penyakit.

“Alhamdulillah hasilnya skrining riwayat kesehatan saya baik. Tapi dengan hasil baik itu tetap bagi saya yang paling penting adalah kesadaran menjaga pola hidup sehat. Skrining riwayat kesehatan ini lebih membuka mata saya bahwa mencegah itu jauh lebih baik dari pada mengobati,” tambahnya.

Dalam skrining riwayat kesehatan, jika hasilnya tidak berisiko maka harapannya peserta JKN tetap menjaga pola hidup sehat, rajin berolahraga dan tetap dapat melakukan konsultasi Kesehatan dengan dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) melalui telekonsultasi atau kunjungan langsung ke FKTP apabila diperlukan. Namun jika hasil skrining riwayat kesehatan menunjukkan hasil berisiko, maka peserta dapat melakukan konsultasi dengan dokter di FKTP melalui telekonsultasi atau kunjungan langsung ke FKTP dan melakukan pemeriksaan lanjutan di FKTP.

“Untuk teman-teman dan masyarakat, terlebih yang masih berusia muda, jangan merasa bahwa kesehatan kita selalu aman dan sehat. Jangan lupa untuk melakukan skrining riwayat kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN. Cukup luangkan waktu lima menit, tapi manfaatnya besar untuk kesehatan kita ke depan,” tutup Sandyka.

Laporan: rn/tk/red

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button