
Suasana parakorban reruntuhan di Zona Merah, RSI Siti Hajar. (Foto: Teddy Syah)
SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – Musholla Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran ambruk saat digunakan untuk sholat ashar berjamaah, Senin (29/9). Peristiwa ini mengakibatkan ratusan santri menjadi korban.
Kepala Humas RSI Siti Hajar, Erli Mawar Nuraini, membenarkan jumlah korban yang berdatangan cukup banyak. Saat ini, pihak rumah sakit masih sibuk melakukan penanganan awal terhadap para pasien.
“Saat ini rumah sakit sangat sibuk menangani penanganan awal pasien, jadi kami belum bisa memberikan statemen lebih jauh,” ujarnya kepada wartawan, Senin, (29/9) malam.
Erli menambahkan, data jumlah korban terus bergerak. “Data sementara ada 40-an korban. Dipastikan masih banyak yang berdatangan ke RSI Siti Hajar,” jelasnya.
Salah satu korban selamat, Haykal, menceritakan detik-detik kejadian. Menurutnya, ia bersama teman-temannya sedang melaksanakan sholat berjamaah ketika musholla tiba-tiba runtuh.
“Kami sholat bersama, tiba-tiba kerasa gempa terus ambruk. Teman-teman langsung lari semuanya,” tuturnya.
Baca Juga : Oknum ASN di Puskesmas Ganting Sidoarjo Diduga Selingkuh, Istri Laporkan ke BKD
Haykal menambahkan, saat kejadian musholla memang sedang ada pekerjaan pengecoran. Ia menduga bangunan masih dalam kondisi rapuh sehingga tidak kuat menahan beban.
“Kalau saya hanya lecet di kaki saja. Alhamdulillah tidak terlalu parah,” tambahnya.
Sementara itu, keluarga para korban tampak menunggu di RSI Siti Hajar. Salah satu wali santri, Romlah, terlihat menangis histeris karena belum bertemu dengan anaknya.
“Belum ketemu, Pak,” ucap Romlah sambil sesenggukan.
Berdasarkan data terbaru, total korban yang masuk ke RSI Siti Hajar mencapai 45 orang. Rinciannya, 20 korban masuk zona hijau atau selamat, 23 luka, 1 luka parah, dan 1 meninggal dunia.
Korban meninggal tercatat atas nama Ibrahim. Sedangkan korban luka parah diketahui bernama Furqon. Petugas gabungan masih terus melakukan evakuasi di lokasi kejadian.
Laporan : Teddy Syah



