JATIMSURABAYA

Komplotan Pencuri Kabel Telkom Beraksi di Manukan Madya Surabaya

Kabel primer berisi tembaga sepanjang puluhan hingga ratusan berhasil ditarik menggunakan Dump Truk di perkampungan Jalan Manukan Madya Surabaya (Foto: ist)

SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Para komplotan pencuri kabel primer tembaga milik PT. Telkom Indonesia, mulai nampak di Kota Surabaya. Kali ini menggarong di perkampungan Jalan Manukan Madya, yang ada di Kecamatan Tandes.

Tak tanggung-tanggung, puluhan bahkan ratusan meter kabel primer berisi tembaga berhasil dicuri dengan sempurna menggunakan peralatan penggali dan sarana berupa Dump Truk sebagai penarik.

Data dihimpun wartawan koran ini, kejadian pencurian kabel primer tembaga milik PT. Telkom Indonesia, diketahui pada hari Senin Malam tanggal 29 September 2025. Dan dikabarkan bahwa dikomandoi seseorang oknum berinisial A.

“Betul itu, yang bermain di daerah Manukan adalah A,” singkat sumber bidiknasional.com (bn.com) pada Kamis Malam (02/10/2025).

“Selain itu, aksi pencurian tersebut diduga juga melibatkan seorang oknum wartawan berinisial R untuk membackup aksi tersebut,” sambung sumber itu.

Hingga berita dipublikasikan ke media massa, wartawan koran ini, masih melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan pihak Polsek Setempat maupun Polrestabes Surabaya.

Perlu diketahui, bahwa aksi yang sama juga pernah terjadi di wilayah hukum Polsek Sawahan Polrestabes Surabaya, dan pelakunya berhasil ditangkap hingga menjalani proses lebih lanjut ke persidangan.

Menurut sumber di kantor pusat Telkom di Bandung, aksi pencurian kabel ini bermodus surat diduga palsu yang seolah olah pemenang tender pengambilan kabel Telkom yang sudah tidak dipakai lagi. Padahal selama ini Telkom tidak pernah merilis soal perusahaan pemenang tender tersebut.

“Berbekal surat gak jelas itu mereka menggarong aset negara berupa kabel yang harganya mahal itu. Mestinya polisi bisa langsung menangkap jika melihat mereka beraksi,” tandas sumber tersebut.

Informasi diperoleh di lapangan, komplotan penggarong kabel ini beraksi dalam beberapa kelompok, dengan sasaran lokasi berbeda beda. Mereka beraksi mulai pukul 24.00 dan selesai saat adzan subuh. Saat beraksi mereka membawa peralatan bor, cangkul, sekop, pemotong logam, truk penarik barang jarahan. Agar warga tak curiga mereka memasang lampu penanda bahaya, memakai alat pelindung diri (APD) lengkap, seolah olah resmi dari petugas mitra Telkom. Namun ketika diamati tidak jelas dari rekanan mana, pekerjaan apa tidak ada petunjuk sama sekali. Ironisnya kegiatan ilegal ini terkadang malah dikawal mobil Polantas.

Pewarta: Abd. Rosi

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button