JATIMSIDOARJO

Wakil Gubernur Jatim Apresiasi Peran Fisioterapis di Posko Bencana Ponpes Al-Khoziny

Wakil Gubernur Jatim saat meninjau posko fisioterapi di lokasi musibah Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo. (Foto: ist)

SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., bersama istrinya, Ny. Arumi Bachsin, S.E., meninjau langsung posko fisioterapi di lokasi bencana non-alam, Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo.

Kehadiran keduanya disambut hangat oleh Ketua Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Jawa Timur, Yohanes Deo Fau, S.FT., Physio., S.H., MH.Kes., M.Kes., beserta jajaran relawan yang tengah memberikan pelayanan di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Yohanes Deo menjelaskan bahwa sejak hari pertama pascabencana, tim fisioterapi telah memberikan layanan kepada lebih dari 30 orang. Hingga hari kedua, jumlah penerima layanan meningkat dengan estimasi total lebih dari 50 orang.

Pelayanan ini diberikan kepada para relawan, petugas, dan masyarakat terdampak yang mengalami gangguan fisik, cedera otot, maupun kelelahan akibat aktivitas berat selama proses evakuasi dan penanganan bencana.

“Fisioterapi memiliki peran penting dalam menjaga kebugaran dan mempercepat pemulihan kondisi fisik para relawan. Kami ingin memastikan mereka tetap fit agar dapat terus membantu masyarakat dengan optimal,” ujar Yohanes Deo.

Baca Sebelumnya : Relawan Fisioterapi IFI Jawa Timur Hadir di Lokasi Musibah Ponpes Al-Khoziny

Ikatan Fisioterapi Indonesia
Proses saat praktek terhadap relawan Basarnas. (Foto: ist)

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, mengapresiasi peran para fisioterapis yang turut membantu mempercepat pemulihan para relawan. Ia menegaskan bahwa kehadiran tenaga fisioterapi sangat penting dalam menjaga kondisi fisik para petugas di lapangan.

“Keberadaan fisioterapis di posko ini sangat membantu para relawan dan stakeholder, baik dari Basarnas, Dinas Sosial, Tagana, hingga Polri, yang mengalami gangguan fisik akibat cedera maupun kelelahan selama proses evakuasi,” ujar Emil.

Dalam dialog singkat, Emil sempat menanyakan peralatan yang digunakan tim fisioterapi selama bertugas di lapangan. Menurut Emil, mendengar penjelasan dari Yohanes, bahwasannya tim sudah menyiapkan berbagai alat fisioterapi portable yang praktis dan efektif, di antaranya TENS, ultrasound, massage gun, infrared, hingga aplikasi dry needling.

“Saya Berterima kasih banyak kepada Ikatan Fisioterapi Indonesia Jawa Timur atas kontribusi nyata dalam memberikan layanan kesehatan bagi para relawan dan stakeholder di lapangan,” terangnya.

“Semoga sinergi ini terus berlanjut bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam upaya penanggulangan bencana,” tutur Emil Dardak,” pungkas Emil.

Penulis : Widi Arti

Editor : Redaksi BN

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button