
Safak Efendi, Kabid Pembinaan SMP Dinas P dan K Jombang (Foto: ist)
JOMBANG, BIDIKNASIONAL.com – Sulingjar (Survei Lingkungan Belajar) bertujuan untuk mengukur aspek- aspek lingkungan satuan pendidikan mulai dari input dan proses belajar mengajar yang berdampak pada proses dan hasil belajar peserta didik. Siapa yang mengikuti survei Lingkungan Belajar?
Bahkan belum semua kepala sekolah SMP di Kabupaten Jombang mengisi Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar). Pada pengerjaan Sulingjar yang menjadi rangkaian Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) maksimal sampai 10 Oktober.
’’Imbauan bagi yang belum mengisi sudah kami kirim ke grup. Kami minta segera mengisi,’’ ujar Kepala Bidang ( Kabid) Pembinaan SMP Dinas P dan K Jombang, Safak Efendi.
Selain itu pada Pengisian Sulingjar merupakan kewajiban sekolah agar memperoleh nilai rapor pendidikan.
’’Bila tidak ikut, tetap kita sarankan untuk ikut. Secara aturan memang tidak ada sanksi, namun konsekuensinya akan ditanggung oleh satuan pendidikan masing-masing,’’ tuturnya.
Sehingga dampak atas keterlambatan atau ketidakikutsertaan dalam Sulingjar akan berdampak pada rapor mutu pendidikan Kabupaten Jombang secara keseluruhan.
Oleh karena itu ,sebagai satuan pendidikan Kabid Pembinaan SMP Dikdisbud Jonbang Safak Efendi mendorong partisipasi guru dan kepala sekolah.
Sehingga dari total 135 sekolah negeri dan swasta, tercatat 115 sekolah sudah melakukan pengisian. Untuk kepala sekolah, dari 135 orang, baru 85 yang menyelesaikan. Sementara itu, dari total 2.285 guru SMP di Jombang, sebanyak 1.668 guru sudah mengisi.
Selain itu data tersebut terus bergerak setiap hari. Sulingjar untuk guru terbilang fleksibel karena menyesuaikan dengan kegiatan guru, sehingga diberikan waktu cukup panjang.
’’Harapan kami, semua guru dan kepala sekolah segera melaksanakan pengisian agar data pendidikan Jombang lebih lengkap dan mutu pendidikan bisa terukur secara menyeluruh,’’ ujarnya.
Bahkan Sulingjar sendiri menjadi salah satu instrumen untuk mengukur kualitas ekosistem belajar di sekolah, yang berbeda dengan asesmen untuk siswa. Survei ini menilai pengalaman guru dan kepala sekolah dalam proses pembelajaran dan manajemen satuan pendidikan.
Selanjutnya dari hasil tersebut akan dijadikan sebagai bagian dari data provil pendidikan dan rapot pendidikan untuk masing-masing satuan pendidikan dan pemerintah daerah , yang memberikan gambaran kualitas pendidikan. (Tok)



