GRESIKJATIM

Tak Pernah Berobat, Iuran JKN untuk Apa? Ini Penjelasan BPJS Kesehatan Gresik

GRESIK, BIDIKNASIONAL.com – Banyak masyarakat masih bertanya untuk apa iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mereka bayarkan setiap bulan, terutama bagi mereka yang jarang sakit atau bahkan belum pernah menggunakan layanan kesehatan. Padahal, iuran JKN bukan hanya untuk kepentingan pribadi, melainkan bentuk nyata semangat gotong royong seluruh masyarakat Indonesia.

“Sistem JKN dibangun atas dasar solidaritas sosial, di mana peserta yang sehat turut membantu peserta lain yang sedang membutuhkan biaya pengobatan. Jadi meskipun belum pernah berobat, iuran tetap memiliki manfaat besar bagi sesama,” jelas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, Kamis (16/10).

Janoe mencontohkan, pembiayaan layanan kesehatan yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan sangat luas. Mulai dari pelayanan dasar di Puskesmas hingga tindakan medis berbiaya besar seperti cuci darah, kemoterapi, hingga operasi jantung.

“Sebagai contoh, biaya operasi jantung yang mencapai Rp150 juta bisa ditanggung bersama oleh sekitar 4.200 peserta JKN kelas 3. Artinya, beban per peserta hanya sekitar Rp35.700. Kalau ditanggung sendiri, seseorang butuh waktu menabung lebih dari 300 tahun,” ujarnya.

Selain membantu sesama peserta, iuran JKN juga berperan penting menjaga keberlanjutan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes). Dana yang dihimpun BPJS Kesehatan digunakan untuk membayarkan kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas, klinik, dan dokter praktik perorangan.

“BPJS Kesehatan membayar kapitasi setiap bulan berdasarkan jumlah peserta terdaftar, bukan dari banyaknya pasien yang berobat. Jadi, meskipun peserta tidak berobat, FKTP tetap mendapatkan pembayaran untuk mendukung biaya operasional, obat-obatan, serta peningkatan kualitas layanan,” tambahnya.

Dengan sistem itu, peserta yang sehat sejatinya ikut menjaga agar layanan kesehatan tetap tersedia dan berkualitas bagi semua orang. Saat mereka sakit, sistem yang sama akan memberikan perlindungan yang setara.

“Tidak ada ruginya membayar iuran secara rutin. Justru dengan membayar iuran, peserta ikut memastikan layanan kesehatan berjalan lancar, baik untuk keluarga sendiri maupun masyarakat luas. Karena kita tidak pernah bisa menebak kapan datangnya sakit, dan jenis penyakit apa. Membayar iuran JKN adalah bentuk investasi sosial untuk kesehatan bersama,” pungkas Janoe.

Manfaat gotong royong ini dirasakan betul oleh warga Sidayu, Kabupaten Gresik, Ria Rizka Aprilia Putri (30). Ia mengatakan bahwa Ia dan keluarganya mendaftar sebagai peserta JKN tujuannya bukan untuk berobat.

“Kami mendaftar sebagai peserta JKN karena kami tahu betapa pentingnya memiliki jaminan perlindungan kesehatan untuk keluarga. Apalagi menurut kami, JKN ini merupakan program dengan iuran yang murah tapi manfaatnya sangat banyak. Jika kami bilang, seperti tidak sepadan dengan iuran yang kita bayarkan setiap bulannya,” tegas Ria sapaan akrabnya.

Ria menyampaikan dirinya memang todak pernah sakit. Akan tetapi, ia tidak pernah merasakan kerugian telah membayar iuran JKN.

“Saya anggap ini tabungan kami untuk kami kelak ketika membutuhkan. Dengan begitu, keluarga kami merasa tenang jika sewaktu-waktu kebutuhan berobat itu datang. Saya juga sangat mengapresiasi, JKN ini sudah sangat maju. Semua pelayanannya serba digital, sehingga peserta semakin mudah mengakses layanan kesehatan dimana saja,” tuainya.

Sebagai informasi, sampai dengan 1 Oktober 2025, kepesertaan JKN di Kabupaten Gresik mencapai 1.341.812 jiwa atau 100,38%. Adapun rinciannya, peserta segmen PBPU Pemda 257.086 jiwa, segmen PBI JK 567.218 jiwa, segmen BP 21.345 jiwa, segmen PBPU 128.462 jiwa, segmen PPU BU 310.278 jiwa dan segmen PPU PN 57.423 jiwa. (red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button