
SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – Warih Andono SH.wakil ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo menegaskan akan mengawal penuh langkah PDAM Delta Tirta dalam menyelesaikan krisis air di Perumahan Alana Tambakoso II, Waru. Para legislator meminta agar PDAM tidak hanya memberi solusi sementara, tetapi memastikan perbaikan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Warih Andono, menyebut persoalan air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia menilai langkah cepat PDAM yang turun langsung ke lapangan patut diapresiasi, namun juga harus dibarengi dengan komitmen penyelesaian permanen.
“Masalah air bukan hanya soal teknis, tapi menyangkut hak warga atas pelayanan publik. Kami minta PDAM tidak menunggu viral dulu baru bergerak. Harus ada sistem deteksi dini agar gangguan seperti ini bisa dicegah,” tegas Warih, Jumat (17/10/2025).
Ia menambahkan, DPRD akan terus memantau progres pembangunan jaringan baru dan penambahan tandon air yang dijanjikan PDAM. Warih menyebut pihaknya akan memanggil manajemen PDAM jika ditemukan keterlambatan atau kendala di lapangan.
“Kalau proyek pipa 10 inci yang direncanakan molor, kami akan minta penjelasan. Kami ingin warga Alana Tambakoso II bisa segera menikmati air lancar tanpa harus menunggu lama,” ujarnya.
Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan, juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap proyek peningkatan jaringan air tersebut. Ia meminta PDAM terbuka dalam setiap tahapan pengerjaan, mulai dari perencanaan hingga distribusi air ke pelanggan.
“Penambahan tandon dan pipa baru itu langkah bagus, tapi harus transparan. Jangan sampai ada proyek asal-asalan. DPRD akan kawal agar kualitas pengerjaan benar-benar sesuai standar,” tutur Sullamul.
Sullamul juga meminta agar PDAM tetap mengirimkan suplai air tangki setiap hari hingga jaringan baru beroperasi penuh. Menurutnya, pelayanan sementara tetap wajib diberikan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan daerah.
“Kami tidak ingin ada warga yang harus menunggu berhari-hari tanpa air. Tangki harus siaga, itu bagian dari pelayanan publik,” tegasnya.
DPRD Sidoarjo memastikan akan mengawal penyelesaian krisis air ini hingga tuntas. Mereka berharap PDAM Delta Tirta dapat menjadikan kasus di Alana Tambakoso II sebagai momentum perbaikan sistem distribusi air di seluruh wilayah Sidoarjo. “Kami ingin PDAM berubah, lebih tanggap, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan,” pungkas Warih. (yah)



