JATIMPASURUAN

Edukasi Kesehatan Gigi Sejak Dini, drg. Yunita Ajak Masyarakat Manfaatkan Layanan JKN

drg. Yunita Prasanti (Foto: ist)

PASURUAN, BIDIKNASIONAL.com –  Kesehatan gigi dan mulut sering kali diabaikan, padahal menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Gigi yang sehat tidak hanya mendukung kepercayaan diri, tetapi juga berperan besar dalam proses makan dan pencernaan.

Hal tersebut disampaikan oleh drg. Yunita Prasanti, salah satu tenaga medis yang aktif mengampanyekan pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak usia dini, saat ditemui di tempat praktik mandiri dokter gigi yang berlokasi di Jalan Raya Cangkring Malang, Beji, Pasuruan, pada Rabu (22/10).

Menurutnya, edukasi kesehatan gigi sebaiknya dimulai sejak anak-anak. Pembiasaan sejak dini akan membantu mereka memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi.

“Memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi perlu dilakukan sedini mungkin. Bahkan, pembiasaan menyikat gigi bisa dimulai sejak anak pertama kali tumbuh gigi,” tutur drg. Yunita.

Ia menjelaskan, edukasi yang diberikan kepada anak harus disesuaikan dengan usia dan aktivitas mereka sehari-hari. Cara yang efektif adalah dengan melibatkan anak secara visual dan interaktif.

“Kami biasanya menggunakan model gigi atau plantum untuk memperagakan cara menyikat gigi. Anak-anak juga diajak bermain melalui game sederhana, menjawab pertanyaan, dan mendapat hadiah kecil agar suasananya menyenangkan,” ungkapnya.

Pendekatan ini, lanjut drg. Yunita, membuat anak lebih antusias dan memahami pentingnya menjaga kebersihan gigi. Selain itu, edukasi juga membantu anak agar tidak lagi takut ke dokter gigi.

“Kami juga mengenalkan profesi dokter gigi kepada anak-anak. Pendekatan verbal dilakukan agar mereka merasa lebih nyaman dan tidak takut saat berkunjung ke klinik gigi,” tambahnya.

Terkait waktu yang tepat untuk mengajarkan anak menyikat gigi sendiri, drg. Yunita menegaskan hal itu dapat dimulai sejak usia enam hingga tujuh bulan. Pada usia tersebut, biasanya gigi pertama anak mulai tumbuh.

“Meskipun belum bisa berbicara, anak bisa diajak mengenal bahwa gigi harus dibersihkan. Di awal, orang tua menyikatkan gigi anak tanpa pasta gigi agar terbiasa dulu. Setelah bisa memegang sikat sendiri, baru perlahan menggunakan pasta gigi khusus anak,” jelasnya.

Dalam edukasi kesehatan gigi, hal penting yang ditekankan meliputi pemilihan sikat sesuai usia dan cara menyikat yang benar. Waktu menyikat juga perlu dijaga, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur selama dua menit.

“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk membatasi konsumsi gula serta memperbanyak asupan buah dan sayur. Selain itu, hindari kebiasaan buruk seperti menggigit kuku atau membuka tutup botol menggunakan gigi.,” ujarnya.

Sebagai tenaga medis, drg. Yunita menilai peran dokter gigi sangat penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Dokter gigi tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga melakukan pemeriksaan rutin untuk mencegah masalah sejak dini.

“Kami dapat menyampaikan edukasi yang tepat, memberikan contoh nyata, serta mengingatkan pentingnya pemeriksaan enam bulan sekali. Semakin dini masalah terdeteksi, semakin mudah penanganannya,” tegasnya.

Bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), drg. Yunita menjelaskan bahwa layanan pemeriksaan gigi kini lebih mudah dijangkau. Peserta dapat mengaksesnya melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama yang telah dipilih.

“Peserta cukup mengunduh Aplikasi Mobile JKN, lalu pilih fasilitas kesehatan tingkat pertama tempat terdaftar seperti puskesmas atau klinik. Setelah itu, pilih poli gigi, isi keluhan, ambil nomor antrean, dan datang sesuai jadwal untuk mendapatkan pelayanan,” jelasnya.

drg. Yunita berpesan agar masyarakat selalu menjadi peserta aktif JKN. Dengan status kepesertaan yang aktif, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan kesehatan secara maksimal.

“Kalau menjadi peserta aktif, kita bisa menikmati layanan pemeriksaan, penambalan, atau pencabutan gigi secara gratis. Jangan tunda, daftarkan diri Anda, bayar iuran tepat waktu, dan pastikan status kepesertaan tetap aktif,” ujarnya.

Ia menambahkan, menjaga kesehatan gigi merupakan bentuk investasi untuk masa depan. Gigi yang sehat akan mendukung kenyamanan dalam makan, berbicara, dan beraktivitas sehari-hari.

“Gigi yang sehat membuat kita nyaman makan, bicara, dan tersenyum. Jadi, biasakan menjaga kesehatan gigi sejak dini agar tetap kuat sepanjang hayat,” tutup drg Yunita. (rn/ra/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button