GRESIKJATIM

Akses Kendaraan Wisata Religi Makam Ibunda Dewi Sekardadu Perlu Perhatian

Makam Ibunda Dewi Sekardadu, Kebomas Gresik (Foto: Subhan Arif)

GRESIK, BIDIKNASIONAL.com – Akses jalan raya untuk kendaraan bis masih menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak, mengingat sakral dan bersejarahnya destinasi cagar budaya wisata religi menjelang Haul Ibunda Nyai Dewi Sekardadu di dusun Gunung Anyar kelurahan Ngargo Sari kecamatan Kebomas kabupaten Gresik, (4-7/11/2025).

‎Setiap penyelenggaraannya senantiasa bergiliran untuk menjadi ketua panitia. Hal ini dikatakan Ali Afan mengawali percakapan. “Operasional anggaran dari swakelola masyarakat atau sinoman pengurus makam, atau mandiri,” ujar Ali Afan di kediaman nya bersama juru kunci makam Ibunda Nyai Dewi Sekardadu kepada Bidik Nasional.

Ditanya Wartawan, ‎‎apa yang penting dan ingin disampaikan ke masyarakat mengenai tradisi Haul/memperingati tahun kematian, atau mungkin sejarah singkat tentang proses hingga terdapatnya makam Ibunda Nyai Dewi Sekardadu, Ali Afan menjelaskan, ‎”Syech Sabar dan Syech Sobir adalah dua orang awak kapal dagang milik saudagar kaya sekaligus berkedudukan sebagai sakbandar yakni Ibu Nyai Ageng Pinatih, dan kelak atau saat ini kita kenal sebagai ibu angkat Sunan Giri,” ucapnya.

‎‎Sesuai perjalanan pencarian nya ke wilayah daerah kabupaten Banyuwangi guna membuktikan lebih lanjut, Ali Afan menyampaikan bahwa dirinya menemukan sebuah desa yang bernama Desa Giri, “dan sungguh saya temukan disana bahwa ada gunung yang hilang puncaknya,” ungkapnya.

“‎‎Setelah saya cari tau lebih mendalam, puncak gunung yang berisi jazad Ibunda Nyai Dewi Sekardadu telah berpindah ke wilayah yang saat ini berada di dusun Gunung Anyar Desa Ngargo Sari,” imbuhnya.

“‎‎Oleh karena jatuh di wilayah sekitar tempat saya tinggal saat ini, yang konon ceritanya pemindahan puncak gunung itu sebenarnya ditempatkan di Desa Sido Mukti atau lokasi dimana kerajaan Giri Kedaton berada,” ungkap Ali Afan.

‎‎Disinggung seperti apa atau bagaimana mengenai proses pemindahan puncak gunung itu yang dilakukan oleh Sunan Giri, Ali Afan dengan mantap mengatakan bahwa hal itu adalah berkat karomahnya.

‎‎Menjadi catatan pada artikel selanjutnya adalah bagaimana mukjizat para nabi, yang diteruskan oleh para umat-umatnya dengan perbedaan penamahan, yang jelas. “Hal yang demikian adalah sangatlah di luar kebiasaan dan mungkin tidak dapat terulang,” ucap Ali Afan. (Bersambung edisi berikutnya)

Penulis : Subhan Arif

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button