
Sri Wulandari (Foto: istimewa)
MOJOKERTO, BIDIKNASIONAL.com – Kebutuhan akan pelayanan kesehatan tentu tidak ada yang dapat menduga, sakit dapat dirasakan sewaktu-waktu dan membutuhkan penanganan yang segera. Hal ini pula yang dirasakan Sri Wulandari (56) atau yang lebih akrab dipanggil Ndari, warga Kota Mojokerto yang sehari-hari berjualan dan membuka warung makan sederhana di depan rumahnya
Awalnya, Ndari merasakan keluhan pada matanya, terasa tidak nyaman dan kemampuan penglihatannya menurun. Ndari langsung melakukan pemeriksaan mata dan di diagnosa menderita katarak. Bersyukur Ndari adalah peserta JKN aktif yang rutin melakukan pembayaran iuran sehingga ia tidak khawatir melanjutkan prosedur pelayanan kesehatan yang ia butuhkan.
“Saat itu setelah merasakan keluhan, saya langsung melakukan pemeriksaan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat saya terdaftar. Kemudian diberikan rujukan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan di poli mata dan ternyata mata saya katarak dan harus dioperasi. Saya tidak khawatir karena saya pakai Program JKN, dan lebih tenang lagi karena kartu JKN saya selalu aktif karena saya rutin membayar iuran,” ungkap Ndari.
Ndari kemudian melanjutkan bahwa melakukan pembayaran iuran JKN merupakan kewajiban yang harus ia lakukan sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Ndari selalu berusaha membayar di awal bulan karena ia ingin kepesertaan JKN nya selalu aktif dan tidak mau ada kendala saat tiba-tiba membutuhkan pelayanan. Hal ini tentu membuatnya menjadi lebih tenang apabila ada kejadian tidak terduga seperti saat ia mengalami katarak.
“Saya ingat-ingat sebelum tanggal 10 harus sudah bayar iuran JKN. Saya tidak tenang kalau belum lunas, khawatir tiba-tiba butuh, sakit kan ga ada yang tahu, eh tapi kartunya tidak aktif wah malah repot,” tambah Ndari.
Kendati saat ini Ndari pun dalam keadaan sehat, ia tetap meyakini bahwa selalu menjadi peserta JKN aktif adalah hal yang penting untuk selalu ia pastikan dengan rutin membayar iuran tiap bulan tepat waktu. Ndari juga menyampaikan bahwa dirinya tahu apabila memiliki tunggakan dan langsung dilunasi kartu dapat digunakan kembali, tetapi Ndari menghindari terlambat dalam melakukan pembayaran.
“Setahu saya memang kalau ada tunggakan lalu waktu tiba-tiba sakit dilunasi bisa ya langsung aktif tapi saya tidak mau seperti itu karena ada denda pelayanan juga kalau rawat inap jadi mending saya bayar tepat waktu saja sebelum tanggal 10, di hati dan pikiran juga tenang ga tanggungan,” lanjut Ndari.
Selanjutnya Ndari menyadari bahwa langkah kecil yang ia lakukan ini merupakan bentuk dukungan untuk keberlangsungan program JKN kedepannya. Ndari menyadari bahwa apabila semua orang rutin membayar iuran tepat waktu maka semua hal akan menjadi nyaman dan Program JKN dapat semakin optimal dan meningkatkan kualitasnya.
“Langkah kecil yang saya lakukan ini walaupun tidak seberapa tapi juga menjadi komitmen saya dalam mendukung Program JKN. Program JKN sudah banyak membantu saya, meringankan beban biaya kesehatan saya dan membuat saya leluasa melakukan akses ke pelayanan kesehatan. Tentu harapan saya kedepannya Program JKN dapat berjalan lebih baik lagi,” ujarnya.
Selanjutnya Ndari tidak ragu menyebarkan manfaat menjadi peserta JKN dan menhimbau semua peserta JKN untuk membayar iuran tepat waktu dan melunasi apabila memiliki tunggakan iuran. Karena menurut Ndari hal itu merupakan bentuk tanggung jawab kita telah memilih mendaftarkan diri sebagai peserta JKN.
“Saya mengingatkan semu peserta JKN untuk melunasi tunggakan iuran dan membayar iuran tepat waktu, karena ini adalah kewajiban kita sebagai peserta JKN. Tidak hanya mamanfaatkan waktu skait atau ada kebutuhan pelayanan kesehatan tapi juga bentuk gotong royong dan saling membantu demi kelanjutan Program JKN ang berkualitas,” tutup Ndari. (rn/tp/red)



