JATIMPASURUAN

Semangat Muda untuk Bangsa Sehat, BPJS Kesehatan Pasuruan Ajak Generasi Peduli JKN

Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan tahun 2025 (Foto: istimewa)

PASURUAN, BIDIKNASIONAL.com – BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan terus memperkuat peran generasi muda dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan berdaya melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tidak hanya sebagai penerima manfaat, generasi muda juga diharapkan menjadi penggerak utama dalam menjaga keberlangsungan program ini di masa mendatang.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, Dina Diana Permata, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun bangsa yang lebih sehat dan mandiri. Mereka diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran hidup sehat di lingkungannya.

“Generasi muda hari ini adalah penerus bangsa yang akan menentukan arah masa depan Indonesia, termasuk dalam keberlanjutan Program JKN. Mereka harus memiliki kesadaran untuk hidup sehat dan ikut menjaga keberlangsungan program ini agar manfaatnya bisa dirasakan hingga generasi berikutnya,” ujar Dina, Rabu (29/10).

Dina menjelaskan, Program JKN yang telah berjalan lebih dari satu dekade merupakan wujud nyata semangat gotong royong masyarakat Indonesia. Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada lembaga penyelenggara, tetapi juga partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Anak muda dapat menjadi motor penggerak nilai-nilai hidup sehat di lingkungan sekitar. Misalnya, dengan membiasakan diri dan keluarga mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga teratur, menghindari kebiasaan buruk, serta rutin memeriksakan kesehatan. Hal sederhana seperti ini menjadi langkah nyata menjaga kualitas hidup,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya literasi kesehatan bagi generasi muda. Dengan pemahaman yang baik, mereka dapat mengenali hak dan kewajibannya sebagai peserta JKN.

“Anak muda sekarang sangat aktif di media sosial. Ini bisa menjadi sarana positif untuk menyebarkan edukasi tentang manfaat JKN, cara mengakses layanan, serta pentingnya gotong royong dalam sistem jaminan kesehatan nasional,” tambahnya.

Dina menilai, pelajar SMA/MA/SMK memiliki peran strategis karena mereka adalah calon peserta mandiri sekaligus agen perubahan di masa depan. Dengan karakter adaptif, kreatif, dan dekat dengan teknologi, remaja menjadi kelompok efektif dalam menyebarkan informasi kesehatan melalui media digital. Berdasarkan laporan Digital 2025 Indonesia (DataReportal, Februari 2025), terdapat 212 juta pengguna internet atau 74,6% populasi, di mana kelompok usia muda mendominasi penggunaan media sosial. Hal ini menunjukkan potensi besar generasi muda sebagai saluran utama edukasi publik tentang manfaat dan kewajiban kepesertaan JKN.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi kesehatan di kalangan pelajar dan mahasiswa, BPJS Kesehatan menghadirkan Program Duta Muda BPJS Kesehatan. Program ini bertujuan membentuk kader muda yang mampu menjadi teladan sekaligus agen perubahan dalam membangun kesadaran hidup sehat dan memahami pentingnya JKN bagi kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan edukatif, kampanye kreatif, dan aksi sosial, para duta muda berperan aktif menyebarkan semangat hidup sehat sekaligus menjadi jembatan antara BPJS Kesehatan dan kalangan muda.

“Kami ingin generasi muda memahami bahwa menjaga kesehatan dan mendukung keberlanjutan JKN bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” ujar Dina.

Salah satu Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan tahun 2025, Adelia Ayu Adzani, siswi SMK Kesehatan Sakinah Kota Pasuruan, mengaku bangga menjadi bagian dari program tersebut. Menurutnya, menjadi Duta Muda memberikan kesempatan untuk berkontribusi langsung dalam mengedukasi masyarakat, terutama teman sebaya.

“Sebagai generasi muda, kami punya tanggung jawab besar untuk membangun bangsa yang lebih sehat. Kami bisa mulai dari hal kecil, seperti mengajak teman dan keluarga untuk hidup sehat serta memahami manfaat Program JKN. Kami ingin menumbuhkan semangat bahwa kesehatan itu penting dan harus dijaga bersama,” ungkap Adelia.

Adelia menambahkan bahwa keberadaan Duta Muda menjadi wadah bagi pelajar untuk belajar tentang kepemimpinan dan tanggung jawab sosial. Melalui program ini, generasi muda juga memahami pentingnya gotong royong dalam menjaga keberlanjutan program nasional.

“Masa depan bangsa berada di tangan generasi muda yang peduli dan berperan aktif. Kami ingin menjadi bagian dari perubahan positif agar Program JKN terus berlanjut dan memberi manfaat bagi masyarakat di masa depan,” pungkasnya. (rn/ra/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button