
Gapura Pintu Masuk Makam Ibunda Nyai Dewi Sekardadu (Foto: Subhan Arif)
GRESIK, BIDIKNASIONAL.com – Akhir bulan Oktober tahun 2025, menjelang sore, diteras atau ruang depan kelurahan Ngargosari kecamatan Kebomas kabupaten Gresik. Untuk kali yang kesekian tajuk silaturahmi awak media Cetak & Online Bidik Nasional berkunjung dan bertatap muka langsung dengan Lurah Sutisno.
Dibalut dialegtis percakapan, intonasi yang sama-sama kental jawa timuran mengisyaratkan jiwa atau pribadi yang mengedepankan serta menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan antar bangsa.
Asumsi kesulitan dalam memfasilitasi keberadaan awak pers media nampak sangat kentara dari mimik Lurah Sutisno. Mengingat anggaran operasional pemerintahan khususnya ditingkat kelurahan sangatlah minim atau terbatas, bahkan mungkin tidak cukup/tidak ada.
Bahwa undang-undang keterbukaan informasi publik mewajibkan setiap lembaga atau instansi yang sumber dana operasionalnya dari APBD (Anggaran Pendapatan & Belanja Daerah) dan/atau bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan & Belanja Negara) agar menyediakan ruang informasi bagi publik.
Maka, mau ataupun tidak, Sutisno selaku Lurah senantiasa dan selalu menerima kedatangan awak media dengan sambutan yang sangat terbuka.
Menindaklanjuti inti dari hasil percakapan pada kali pertama pertemuan dengan awak media bersama Sutisno Lurah Ngargosari kecamatan Kebomas, Gresik. Bahwa pekerjaan rumah apa yang bisa kami bantu memfasilitasi sesuai peran & fungsi pers media, tanya penulis.
Menegaskan atensi dari pemerintah kelurahan Ngargosari kecamatan Kebomas kabupaten Gresik bagi pandangan pribadinya yakni di bidang pengelolaan sumber daya alamnya, respon spontan Sutisno menjawab.
Berkarakter khas putra daerah yang berhias iman, Sutisno selaku Lurah kontan menekan keseriusannya, bahwa bila memang kepedulian serta keikutsertaannya insan pers media dalam mengawal serta turut membantu penyelenggaraan pemerintahannya, maka dirinya sangat menaruh harap.
“Melalui destinasi wisata religi pesarean atau makam Ibunda Nyai Dewi Sekardadu, Sutisno mengharapkan dari peran dan fungsi pers media bahwa bagaimana agar tidak sepi dari pengunjung atau peziarah,” ucapnya.
Perlu diketahui, menurut informasi yang didapat oleh awak media saat berkunjung untuk berziarah, bahwa mayoritas penduduk kelurahan Ngargosari adalah berpenghasilan sebagai pekerja atau buruh pabrik. Artinya sistem ekonomi yang sudah ditentukan melalui gaji tetap, dan/atau berpeluang stagnan kualitas serta kuantitas taraf hidup keluarga.
Kabar gembira, dan mudah-mudahan bukan hanya isu angin surga yang dihembuskan oleh mereka para penyelenggara pemerintah yang berkompeten dalam hal ini, yaitu program yang mempermudah bagi pengunjung atau peziarah pada destinasi wisata religi Ibunda Nyai Dewi Sekardadu.
Sesuai penjelasan Sutisno selaku Lurah Ngargosari, bahwa telah dilakukan musyawarah intensif bersama jajaran pemerintahan, dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga para anggota legislatif daerah kabupaten Gresik.
”Topik musyawarah ialah integrasi tempat-tempat wisata yang berada dalam wilayah kota Gresik, bahwa akan difasilitasi oleh pemerintah daerah bagi para pengunjung atau peziarah dengan kendaraan khusus, guna mengangkut serta menghantarkan wisatawan kebeberapa tempat tujuan destinasi,” kata Lurah mengungkapkan.
Program pemerintah daerah yang bertujuan untuk mengintegrasikan tempat-tempat wisata dalam wilayah kota Gresik, ucap Sutisno. Lanjutnya, terdapat lebih dari 5 destinasi, diantaranya adalah pesarean atau makam Ibunda Nyai Dewi Sekardadu, ulas Lurah Ngargosari.
”Jika mempertimbangkan dana dan besarnya anggaran, dalam pengamatan Sutisno, maka bisa jadi program tersebut hanya sekedar menjadi wacana,” tuturnya.
Akan hal ini, segala bentuk dukungan dan doa dari segenap peng istikomah, baik pengunjung dan/atau peziarah pesarean atau makam Ibunda Nyai Dewi Sekardadu, agar program integrasi tempat wisata oleh pemerintah daerah kabupaten Gresik, dapat terlaksana, Aamiin ya Rabbal Alaamiin, pungkasnya. (Subhan Arif)



