
Dinas PUPR Jombang (Foto: istimewa)
JOMBANG, BIDIKNASIONAL.com – Menyoroti sikap Satpam Outsourcing di Dinas PUPR Jombang, banyak keluhan terutama pada Wartawan yang datang ke kantor Dinas PUPR Pemkab Jombang tersebut. Sebenarnya tugas yang diemban sudah cukup bagus dan menunjukkan disiplin kerja yang cukup. Tetapi apa yang dijalankan tugasnya ada beberapa sikap yang kurang simpati, dan sok arogan.
Beberapa hari lalu (28/10/2025) kurang lebih pukul 09.00 wib, ada seorang wartawan masuk lewat pintu samping, karena baru dari toilet kamar mandi, ada pintu samping terbuka. Buru- buru masuk lewat pintu samping, satpam menghadang disuruh masuk pintu depan. Rasa menghargai dan mungkin dianggap salah, wartawan tersebut manut (patuh) lewat pintu depan. Setelah masuk dari menghadap salah satu pejabat PUPR, wartawan keluar pintu depan, satpam mendatangi dan berkata,” Lain kali supaya masuk lewat pintu depan” ujar Satpam Dinas PUPR jombang tersebut.
Disanggupi oleh wartawan tersebut, ” Siap” kata wartawan tersebut.
Setelah itu Wartawan tersebut ke kantin PUPR untuk minum kopi, belum makan sarapan. Tetapi betapa kaget, Satpam buru buru mendatangi ke kantin ” Tolong supaya parkir mobilnya diluruskan” ujar Satpam PUPR tersebut.
Wartawan itu menuruti kemauan Satpam tersebut, untuk memindahkan mobil karena dianggap salah cara parkirnya . Tetapi dengan rasa jengkel wartawan tersebut langsung pergi.
Sebenarnya Satpam PUPR lebih tahu aturan, sopan santun kepada orang lain, sebenarnya untuk menjaga etika, dia bisa menunggu sampai yang punya mobil keluar dari kantin, setelah itu disampaikan nya bagaimana memarkirkan mobil yang benar, bukan orang lagi ngopi atau lagi sarapan, disuruh memindahkan mobil, apa itu aturan yang diberikan oleh Dinas PUPR khusus kepada wartawan, ini kelihatan nya ada rasa sentimen kepada wartawan tersebut.
Ini menunjukkan Satpam Dinas PUPR Jombang” Overacting”, merujuk pada perilaku satuan pengamanan (Satpam) yang bertindak berlebihan, di luar batas kewenangan nya ,atau bersikap arogan saat menjalankan tugas.
Perilaku ini seringkali menimbulkan konflik atau kesalahpahaman dengan masyarakat, tamu, wartawan, pihak lain yang berinteraksi dengannya. Menegur atau memberlakukan orang yang bukan warga, atau tamu dengan cara yang tidak pantas.
Melarang pihak yang berhak, seperti wartawan yang sedang meliput, konfirmasi dengan pejabat setempat untuk memasuki area publik atau acara yang seharusnya terbuka. Alih- alih menciptakan rasa aman, perilaku ini justru menimbulkan rasa takut dan tidak nyaman di lingkungan kerja.
Agar lebih dipahami oleh Dinas PUPR Jombang, untuk menghindari perilaku Satpam nya yang over acting, seharusnya berdasarkan Prosedur Operasi Standar (SOP) yang berlaku, menjunjung tinggi kode etik profesi dan mengutamakan pendekatan yang humanis, tegas dan sopan dalam menjalankan tugas.
Dampak dan Konsekuensi perilaku satpam yang over acting dapat menyebabkan beberapa konsekuensi negatif, diantara nya, menciptakan kesan negatif terhadap Dinas PUPR Jombang atau instansi tempat satpam tersebut bekerja.
Sementara di lingkungan Dinas PUPR Jombang menyesalkan atas adanya Satpam Outsourcing tersebut,” Tidak ada gunanya, sebenarnya kerjanya apa sih, tidak usah diadakan satpam, pegawai honor yang disuruh jaga depan itu ditambah gajinyakan sama saja, adanya Outsourcing Satpam mau tidak mau Dinas PUPR sebenarnya mumet, gaji honorer saja sudah berapa, seharusnya tidak usah memakai satpam segala, itu yang enak yang punya Outsourcing, kepala dinas nya manut aja, kepala nya ya mumet.” ujar salah satu pegawai honorer di Dinas PUPR yang yang enggan menyebutkan namanya.(Tok)


