JATIMMADIUN

Gotong Royong JKN, Wujud Kepahlawanan di Era Modern

MADIUN, BIDIKNASIONAL.com – Menjelang peringatan Hari Pahlawan, semangat gotong royong kembali digaungkan sebagai salah satu nilai luhur bangsa Indonesia. Nilai ini sejalan dengan prinsip gotong royong yang diusung dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yaitu solidaritas sosial di mana peserta yang sehat membantu peserta yang sedang sakit melalui pembayaran iuran. Melalui semangat gotong royong inilah jutaan masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaat perlindungan kesehatan yang merata tanpa memandang latar belakang ekonomi.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, mengatakan bahwa menjadi pehlawan di masa kini tidak selalu harus turun ke medan perang, namun bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menjaga keberlangsungan Program JKN. Salah satu wujudnya adalah dengan membayar iuran tepat waktu agar program ini dapat terus berjalan dan memberikan perlindungan kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Program JKN adalah bentuk nyata semangat gotong royong masyarakat Indonesia. Dengan rutin membayar iuran, peserta yang sehat membantu membiayai pelayanan kesehatan peserta yang sedang sakit. Jadi, setiap peserta sebenarnya memiliki peran sebagai pahlawan bagi sesama,” tutur Ita, Rabu (5/11) di kantornya.

Lebih lanjut, Ita menambahkan bahwa masyarakat juga dapat berkontribusi dengan cara lain. Misalnya, mengajak keluarga atau rekan kerja untuk tertib membayar iuran atau aktif mencari informasi melalui kana resmi BPJS Kesehatan seperti media sosial atau website. Jika ada keluhan atau pengaduan layanan yang ingin disampaikan, Ita mengajak peserta untuk menggunakan kanal pengaduan resmi seperti PANDAWA (Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp) atau Aplikasi Mobile JKN.

“Kami berharap generasi muda juga ikut ambil bagian. Bisa dengan menyebarkan informasi penting tentang Program JKN atau mengingatkan orang lain agar tidak terlambat membayar iuran. Itu sudah menjadi bentuk kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan program ini,” tambahnya.

Melalui semangat Hari Pahlawan, BPJS Kesehatan mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pahlawan masa kini dengan cara sederhana namun memberikan dampak yang besar, yaitu turut serta menjaga keberlangsungan Program JKN. Dengan gotong royong, setiap peserta JKN berperan penting memastikan akses layanan kesehatan tetap tersedia bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Program JKN ini dari kita, oleh kita dan untuk kita. Mari bersama-sama saling menjaga agar manfaatnya dapat terus dirasakan hingga masa mendatang. Sebagaimana semangat para pahlawan tanpa pamrih untuk kemerderkaan bangsa, setiap peserta JKN juga memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan perlindungan kesehatan nasional,” kata Ita.

Salah satu peserta JKN asal Kota Madiun,, Nurul, juga mengaku bersyukur menjadi bagian dari program jaminan kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. ia menuturkan, keluarganya telah beberapa kali mendapatkan manfaat pelayanan kesehatan, yang seluruh biayanya ditanggung oleh Program JKN.

“Kalau dihitung-hitung, iuran yang kita bayarkan setiap bulan itu kecil jika dibandingkan dengan manfaat yang kita dapatkan. Contohnya ayah saya menjalani cuci darah secara rutin dan seluruh biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Jadi saya pun berusaha membayar iuran tepat waktu, karena saya tahu iuran itu juga bisa membantu peserta lain yang juga membutuhkan pengobatan,” ungkap Nurul.

Ia menambahkan, gotong royong dalam Program JKN bukan hanya soal iuran, tapi juga bagaimana setiap peserta saling mendukung agar program ini tetap berjalan dengan baik. Misalnya membantu memberikan penjelasan ke teman atau saudara yang belum memahami tentang Program JKN, maka menurut Nurul hal tersebut merupakan bentuk kepedulian agar program jaminan kesehatan tersebut terus memberikan manfaat sampai generasi berikutnya.

“Dengan saling membantu, mengingatkan, dan berkontribusi melalui iuran yang dibayarkan, artinya kita peserta JKN turut melanjutkan perjuangan mereka dalam wujud nyata kepedulian nyata menjadi pahlawan bagi sesama melalui semangat gotong royong,” tutup Nurul. (rn/tk/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button