JATIMPASURUAN

Hari Pahlawan: BPJS Kesehatan KC Pasuruan Ajak Masyarakat ‘Jaga JKN Jaga Sesama’

Ilustrasi

PASURUAN, BIDIKNASIONAL.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah menjadi bagian penting dari perlindungan sosial di Indonesia, memberikan rasa aman bagi jutaan masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan yang layak. Sejak digulirkan, program ini tidak hanya memastikan akses kesehatan yang lebih merata, tetapi juga mencerminkan karakter mulia bangsa Indonesia, yaitu semangat gotong royong dalam saling membantu. Nilai kebersamaan inilah yang menjadi fondasi utama dalam menjaga agar manfaat JKN terus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Di tengah tantangan kesehatan masyarakat, JKN menjadi bukti kehadiran negara dalam melindungi warganya. Namun keberlanjutan program ini sangat bergantung pada peran aktif peserta. Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional serta Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, menegaskan bahwa jaminan kesehatan adalah hak setiap warga sekaligus kewajiban yang harus dijalankan secara gotong royong. Artinya, kontribusi setiap peserta, khususnya melalui pembayaran iuran tepat waktu, menjadi fondasi penting agar manfaat JKN terus mengalir bagi semua.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, Dina Diana Permata, menjelaskan bahwa semangat kepahlawanan di era sekarang dapat diwujudkan melalui langkah sederhana namun berdampak besar. Salah satunya adalah menjaga keberlangsungan Program JKN melalui kedisiplinan membayar iuran tepat waktu.

“Dalam Program JKN, peserta yang sehat membantu peserta yang sedang sakit. Prinsip gotong royong inilah yang menjadi kekuatan utama sistem kesehatan nasional kita. Menjelang Hari Pahlawan, mari kita semua ikut berjuang menjaga keberlanjutan JKN dengan membayar iuran tepat waktu. Dengan begitu, kita telah menjadi pahlawan bagi sesama, terutama bagi mereka yang sedang membutuhkan layanan kesehatan,” ujar Dina. Rabu (05/11)

Ia menambahkan bahwa menjaga keberlanjutan program tidak hanya dilakukan melalui pembayaran iuran tepat waktu. Namun juga melalui partisipasi aktif dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang Program JKN.

“Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendukung keberlangsungan Program JKN. Masyarakat dapat meningkatkan literasi kesehatan dengan rutin mengikuti informasi resmi BPJS Kesehatan, baik melalui media sosial, aplikasi Mobile JKN, maupun program edukasi digital seperti siaran langsung dan konten video. Selain itu, peran aktif dalam menyampaikan informasi yang benar serta tidak mudah terpengaruh oleh hoaks menjadi kontribusi penting bagi keberlanjutan program. Langkah-langkah sederhana ini memiliki dampak besar bagi kelancaran layanan dan manfaat JKN bagi seluruh masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, Dina menegaskan bahwa masyarakat juga dapat berperan dalam mengawasi mutu pelayanan kesehatan melalui kanal pengaduan resmi BPJS Kesehatan, seperti Mobile JKN, Petugas Informasi dan Penanganan Pengaduan Peserta (PIPP) di fasilitas kesehatan, layanan satu pintu di kantor BPJS Kesehatan, Care Center 165, dan media sosial resmi BPJS Kesehatan. Dengan memanfaatkan sarana tersebut untuk melaporkan layanan yang kurang sesuai, peserta turut menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan haknya terpenuhi.

Semangat kepedulian dan gotong royong ini dirasakan langsung oleh Hadi Prayitno (55), peserta JKN asal Gadingrejo, Kota Pasuruan. Ia menceritakan pengalamannya ketika harus kembali menjalani perawatan beberapa waktu lalu akibat serangan stroke kedua yang dipicu oleh kolesterol tinggi.

“Saya tidak pernah menyangka akan terkena stroke lagi sampai akhirnya harus dirawat. Saat kondisi itu terjadi, JKN benar-benar menjadi penolong bagi saya dan keluarga. Semua biaya ditanggung, layanan rumah sakit berjalan baik, dan saya bisa fokus pada proses pemulihan. Di situ saya sangat merasakan manfaat gotong royong, bagaimana iuran peserta yang sehat membantu orang seperti saya yang sedang sakit,” ungkap Hadi.

Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga keberlangsungan Program JKN. Partisipasi aktif peserta menjadi kunci agar manfaat program ini dapat terus dirasakan secara berkelanjutan.

“Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Membayar iuran bukan hanya kewajiban, tetapi bentuk tolong-menolong sesama. Kita mungkin sehat hari ini, tapi kita tidak tahu kondisi kita ke depan. JKN ini dari kita untuk kita,” pesannya. (rn/ra/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button