
Anggota DPRD Kota Mojokerto Mayor Inf. Purn. TNI. H. Rufis Bahrudin yang akrab dipanggil Abah Rufis saat menggelar Reses di lingkungan Ketemas Kelurahan Bloto Kecamatan Prajuritkulo kota Mojokerto, Sabtu (08-11-2025). Foto: husnan
KOTA MOJOKERTO, BIDIKNASIONAL.com -Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Mojokerto Mayor Inf. Purn. TNI. H. Rufis Bahrudin yang biasa akrab di panggil Abah Rufis menggelar serep aspirasi (Reses) di lingkungan Ketemas Kelurahan Bloto Kecamatan Prajuritkulo kota Mojokerto, Sabtu (08-11-2025).
Dalam kesempatan itu dirinya memaparkan pokok fungsi anggota DPRD kota Mojokerto sebanyak 25 orang, yang di pilih oleh rakyat Mojokerto termasuk dirinya yang saat ini seorang diri dari partai persatuan pembangunan (PPP) dan selaku wakil ketua dewan kehormatan DPRD kota Mojokerto.
Ia memberikan edukasi politik yang bermoral ber-ahlaqulkarimah, amanah dan jujur di hadapan warga kelurahan Blooto, ” Kami ini wakil dari masyarakat kota Mojokerto, perlu di kontrol, di awasi dalam menjalan tugas dan kinerja, sebab kami mendapat gaji yang lumayan besar,” kata Abah Rufis sapaan lekatnya.
Rakyat harus tahu gaji wakil rakyat kita, tunjangan yang di peroleh, semenjak bayangkan awal di lantik jadi anggota DPRD kota dapat gaji perbulan sekitar Rp. 40 Juta, dan belum tunjangan yang ada, “Dari gaji pokok yang ada, sangat fantastis belum tunjangan kunjungan kerja, ” tandasnya dengan berapi-api.
Ini yang selama ini tidak pernah di sampaikan wakil rakyat kita, selama di protes anggota sejawatnya, karena sering menyampaikan hal tersebut, dan kantor DPRD selalu di kucilkan anggota DPRD yang lain.
Pihaknya juga menyoroti kinerja kunjungan kerja yang memakan biaya banyak dan kurang maksimal,” Makanya kami seorang diri mufarraqoh / memisahkan diri dari kunjungan yang kurang maksimal dengan angaran yang banyak, hal ini perlu dukungan dari masyarakat,” imbuh mantan TNI AD ini.
Dalam reses kali ini banyak warga yang memberikan usulan, pokok pikiran (Pokir) diantaranya, pak Sai,in mengharapkan CCTV gratis pemerintah, karena sering di lingkungan kemalingan, pembangunan drainase serta gapura kampung. P.Agus, bekenaan kesejahtraan Satlinmas harap samakan dengan kader. Bu Liada, minta bedah warungya. Samsudin, minta pelayanan BPJS di Rumkit. Pemkot. Mojokerto, Bu Musawamah minta bantuan peralatan jualan. Dan P. Basori, untuk seragam SMK /SMA harap di perhatikan, “karena pihak sekolah menjual seragam memberat walimurid yang kondisi ekonomi sangat sulit,” keluh Basori yang bekerja sebagai tukang jahit. (husnan)



