JABARPANGANDARAN

Revitalisasi SMK IT IBNU AHKAM Pangandaran Telan Rp 1,3 Miliar Dipertanyakan

Kepsek Mamat Rohmat Sampaikan Permohonan Maaf

Mamat Rohmat, Kepala Sekolah SMK IT IBNU AHKAM Pangandaran (Foto: Karsono)

PANGANDARAN, BIDIKNASIONAL.com –  Berawal dari informasi yang diterima bahwa keberadaan SMK IT IBNU AHKAM Yang beralamat di RT 07 RW 08 Dusun Sindang sari Desa Banjar Harja Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran telah menerima bantuan Pemerintah Program Revitalisasi sebesar Rp 1.323.000.000, dari APBN Tahun Anggaran 2025 yang sekarang tengah dikerjakan, namun menurut informasi pembangunan ini menimbulkan kisruh riak masyarakat di sekitar wilayah sekolah.

Lebih dari itu salah seorang warga Desa Banjar Harja yang tidak mau disebut namanya mengatakan bahwa Pembangunan sekolah tidak ada undangan sosialisasi.

Setelah mendapatkan informasi beranjaklah Tim Bidik Nasional menemui menemui Kepala Sekolah. Namun saat itu, Tim belum bisa menemui Kepala Sekolah.

Disampaikan atas nama pekerja bangunan yang tidak mau di sebut namanya, kepala sekolah memegang dua sekolah. “Yang satu di sini yang satunya lagi di sana pa,” ujarnya sambil menunjukan jari telunjuk ke arah pegunungan ke panaekan.

Selang beberapa hari, Tim mendapat petunjuk perihal no telepon Kepala Sekolah Mamat Rohmat, S.pd. M.pd dan di sambungkan lah bahwa tim ingin menemui untuk konfirmasi baik telepon ataupun WA sama sekali tidak ada jawaban.

Kamis 6 November Tim beranjak menuju Sekolah untuk yang ke dua kalinya dan bisa bertemu dengan kepala sekolah.

Mamat Rohmat selaku kepala sekolah menyampaikan, atas nama pribadi ataupun sekolah dirinya mohon maaf atas apa yang sudah ia lakukan untuk saat itu keadaan sangatlah menguras pemikiran bahkan sibuk luar biasa masalah pertama terkait musibah sekolah salah satu anak didik SMP IT IBNU AHKAM yang di Panaekan berenang di sungai di luar jam sekolah terbawa arus yang akhirnya meninggal, dan yang satunya lagi perihal pembangunan sekolah yang sedang dikerjakan sebelum peletakan batu pertama pengukuran di belakang sekolah.

“Alhamdulillah deal tapi malah setelah di sahkan salah satu dari masyarakat tidak memperbolehkan tanah tersebut untuk di bangun sambil menunjukan pembuktian asal usul tanah tersebut sepat kami pun heran dengan keberadaan kepemilikan tanah wakaf tersebut padahal setahu saya sekolah yang lebih awal memiliki hak atas tanah wakaf ini yang mengakibatkan permasalahan memuncak dan ramai diantara masyarakat di lingkungan sekolah yang akhirnya saya putuskan pembangunan jadi di depan dan kesemuanya baik masalah yang satu terkait siswa yang meninggal dan perihal pembangunan harus saya bereskan,” sebutnya.

Dalam waktu itu ucap Kepsek, “sekali lagi saya mohon maaf pada waktu itu itu bukan niat mengabaikan ataupun menghiraukan perihal wartawan untuk menemui atas nama sekolah saya terbuka untuk siapa saja yang berkepentingan,” pungkas Mamat. (Karsono)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button