BANYUWANGIJATIM

15 SPPG Telah Terverifikasi Memenuhi Persyaratan Kesehatan dari 47 yang Beroperasi di Banyuwangi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Amir Hidayat, SKM., M.Si.,(kanan). Foto: istimewa

BANYUWANGI, BIDIKNASIONAL.com –  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Amir Hidayat, SKM., M.Si., menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi prioritas nasional, dan Pemerintah Daerah memastikan seluruh Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) memenuhi standar keamanan pangan yang ketat.

“Pogram MBG ini merupakan prioritas nasional. Di Banyuwangi, pasca kejadian keracunan makanan beberapa waktu lalu, terdapat dua SPPG yang ditutup oleh BGN. Kami terus memberikan pembinaan tidak hanya kepada dua SPG tersebut, tetapi juga kepada seluruh SPPG yang beroperasi. Saat ini terdapat 47 SPG aktif,” ujarnya.

Amir menjelaskan bahwa hingga hari ini, 15 SPPG telah dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan dan telah diberikan Sertifikat Laik Hygiene dan Sanitasi (SLHS). Dua SPPG terbaru yang menerima sertifikat tersebut adalah SPPG Kelir (Kalipuro) dan SPPG Kepiting (Kota Banyuwangi).

Penerbitan SLHS dilakukan berdasarkan pemenuhan tiga persyaratan utama diantaranya:

1. Penjamah makanan telah mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikat kompetensi Keamanan Pangan.

2. Inspeksi Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan menunjukkan seluruh aspek telah memenuhi standar, meliputi pengelolaan sampah dan limbah, alur pencucian peralatan, sirkulasi udara, pencahayaan, serta aspek sanitasi lainnya.

3. Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan, peralatan masak, dan air bersih menunjukkan hasil memenuhi syarat dan bebas dari kontaminasi.

“Hasil pemeriksaan laboratorium seluruhnya memenuhi syarat, sehingga dua SPG tersebut layak mendapatkan SLHS,” tegas Amir.

Selain 15 SPPG yang sudah bersertifikat, terdapat 5 SPPG dalam tahap verifikasi penjamah makanan dan inspeksi kesehatan lingkungan. Saat ini tinggal menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Jika hasil laboratorium nanti negatif dari cemaran bakteriologis, kami akan segera menerbitkan SLHS untuk lima SPG tersebut. Dengan begitu, total akan ada 20 SPG bersertifikat SLHS, sementara 27 SPG lainnya masih dalam proses pembinaan dan pemenuhan persyaratan,” jelasnya.

Pernyataan ini disampaikan pada Biro Banyuwangi bidiknasional.com Selasa (18/11/2025).

Dalam kesempatan yang sama, Kadinkes Banyuwangi juga mengimbau siswa, guru, dan pihak sekolah untuk menjaga keamanan pangan dari sisi konsumen.

1. Pastikan cuci tangan pakai sabun sebelum makan.

2. Jaga higienitas makanan sejak diterima dari SPG hingga dikonsumsi.

3. Segera konsumsi makanan MBG, jangan ditunda agar kualitas dan keamanan tetap terjaga.

“SPPG bertugas memproduksi makanan dengan standar kesehatan, namun sisi konsumsi juga harus dijaga. Guru dan siswa perlu terus diberi edukasi agar memahami pentingnya higienitas makanan,” pungkasnya. (Dj)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button