Disnaker Jombang Gelar Bimtek K3 Pekerja Rokok Wanita
Pemberian Tablet Tambah Darah di PT Anugerah Mutiara Luhur Indonesia Jaya (MPS Perak)

JOMBANG, BIDIKNASIONAL.com – Pentingnya memberikan pelatihan K3 bagi para pekerja, membuka wawasan baru bagi pekerja. Meskipun pekerja mengetahui bahwa terdapat risiko ketika mereka bekerja tetapi mereka tidak mengetahui apa saja risiko tersebut. Dengan adanya pembekalan, pekerja bisa menambah pengetahuan serta wawasan baru mengenai tempat kerjanya.
Kepedulian Dinas Ketenagakerjaan (Diskaner) Kabupaten Jombang dengan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan pemberian tablet tambah darah bagi pekerja wanita perusahaan rokok di PT Anugerah Mutiara Luhur Indonesia Jaya (MPS Perak), Jombang, sudah tidak diragukan lagi, berbagai program dan layanan disampaikan, Kamis (3/11).
Dalam kegiatan tersebut telah dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Jombang Agus Purnomo mewakili Bupati Jombang, Warsubi, dan dihadiri oleh Kepala Disnaker Kabupaten Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto beserta jajaran, para pejabat Pemkab Jombang terkait, serta Direktur MPS Perak Jombang.
Bimtek diikuti para pekerja dari perusahaan rokok MPS Perak Jombang.
Sementara itu untuk mewakili Bupati Jombang, Sekdakab Agus Purnomo mengatakan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman, sehingga dapat mengurangi probabilitas kecelakaan kerja/penyakit akibat kelalaian yang mengakibatkan penurunan produktivitas kerja.
Dengan adanya pembekalan dan manfaat atau fungsi K3 untuk pekerja kata Sekdakab Jombang, yaitu pekerja memahami bahaya dan risiko dari pekerjaannya, pekerja memahami tindakan pencegahan agar tidak terjadi kecelakaan, serta pekerja memahami hak dan kewajibannya sesuai peraturan terkait dengan K3. Selain pekerja, Perusahaan sesuai ketentuan juga memiliki kewajiban dalam implementasi K3 di perusahaannya.
“Namun di atas semuanya, saya ingin memastikan bahwa seluruh pekerja di Kabupaten Jombang mendapatkan perlindungan yang paripurna,” kata Sekdakab Agus Purnomo.
“Hari ini, Pemkab Jombang hadir melalui Bimtek K3 dalam rangka memberikan tuntunan berupa informasi yang dapat menjadi pengetahuan bagi pekerja,” kata Sekdakab jombang.
Menjadi salah satu bahasan yang sensitif, pengetahuan berkaitan dengan Kesehatan Kerja disampaikan oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Jombang.
Setidaknya dari Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur memberikan informasi dan pengetahuan terkait Keselamatan Kerja bagi mereka.
Begitu juga diharapkan dari informasi dan pengetahuan yang diperoleh peserta Bimtek dapat diteruskan kepada pekerja lainnya, saudara, tetangga maupun masyarakat luas.
“Selanjutnya, kegiatan Bimtek ini juga sebagai bentuk kolaborasi lintas perangkat daerah dalam mendukung program strategis daerah maupun program prioritas nasional di bidang kesehatan, yaitu upaya penanggulangan stunting, HIV/AIDS, TBC, dan Malaria. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa sampai dengan hari ini, Kabupaten Jombang belum benar-benar bebas dari stunting, HIV/AIDS, TBC, dan Malaria,” ungkap Sekdakab Jombang.
“Karenanya, berbagai upaya perlu dilakukan untuk menekan angka stunting, HIV/AIDS, TBC, dan Malaria tersebut. Upaya ini tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja wanita yang sedang mempersiapkan pernikahan dan kehamilan, pekerja wanita yang sedang mengandung atau memiliki Balita, namun juga diperuntukkan bagi para pekerja pria agar dapat berkontribusi dalam penanggulangan stunting HIV/AIDS, TBC, dan Malaria melalui keluarganya,” ujar Agus Purnomo.
Menurut Sekdakab lagi, “Alhamdulillah atas dukungan serta kerjasama semua pihak dalam upaya penanggulangan stunting bahwa Pemerintah Kabupaten Jombang mendapatkan apresiasi dari Menteri Kesehatan sebagai Intervensi Spesifik Terbaik Regional I Tahun 2025 Tingkat Kabupaten/Kota se-Indonesia pada 12 November 2025,” pungkas Sekdakab Jombang.
Secara optimal dan efesien, memang pelatihan keselamatan dan kesehatan pekerja, bisa bekerja secara optimal dan secara tidak langsung produktivitas tetap tinggi. (Tok)



