
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo (Foto: istimewa)
GRESIK, BIDIKNASIONAL.com – BPJS Kesehatan Cabang Gresik mengimbau seluruh peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk senantiasa membayar iuran tepat waktu. Imbauan ini disampaikan agar peserta tidak menemui kendala saat membutuhkan akes layanan kesehatan di fasilitas kesehatan.
“Pembayaran iuran JKN tepat waktu ini dilakukan khususnya oleh peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)/Mandiri. Sebab keterlambatan bisa membuat peserta dikenakan denda pelayanan saat menggunakan layanan rawat inap,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, Selasa (18/11).
Janoe menyebut jika peserta terlambat membayar iuran, maka kepesertaannya menjadi tidak aktif. Selanjutnya, setelah melakukan pembayaran kembali pada bulan selanjutnya, riwayat keterlambatan tersebut terbaca dan pada status peserta tertera masa denda pelayanan selama 45 hari.
“Denda pelayanan tersebut hanya dibayarkan saat peserta membutuhkan akses pelayanan Rawat Inap di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) selama masa denda pelayanan yakni 45 hari. Sedangkan untuk pelayanan rawat jalan, peserta tidak perlu membayarkan denda pelayanannya tersebut,” tegasnya.
Janoe menjelaskan jika masa denda pelayanan 45 hari tersebut dihitung mulai dari hari peserta membayar tunggakannya. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024, besaran denda dihitung 5 persen dari biaya Indonesian Case Based Groups (INA-CBGs) sesuai diagnosis dan prosedur awal, dikalikan jumlah bulan tunggakan yakni maksimal 12 bulan.
“BPJS Kesehatan menyediakan fitur pengecekan keaktifan kepesertaan dan pengecekan tagihan melalui Aplikasi Mobile JKN. Peserta cukup masuk ke aplikasi, memilih menu info tagihan iuran lalu sistem akan menampilkan rincian tagihan peserta. Dengan cara ini, peserta dapat memastikan status kepesertaan mereka selalu aktif dan aman. Selain itu, untuk menghidari keterlambatan pembayaran iuran kami juga menyediakan program auto debit,” terang Janoe.
Janoe menjelaskan pendaftaran program auto debit bisa dilakukan langsung melalui bank atau melalui Aplikasi Mobile JKN. Dengan sistem auto debit tersebut, pembayaran iuran berlangsung otomatis setiap bulan sehingga peserta tidak perlu khawatir terlambat.
“Bayar iuran jadi lebih mudah dan otomatis. Peserta tidak perlu khawatir telat bayar atau terkena denda. Yang terpenting adalah menjaga kepesertaan tetap aktif agar layanan kesehatan bisa digunakan suatu saat dibutuhkan,” tegasnya.
Pentingnya kepatuhan pembayaran ini didukung oleh salah satu peserta JKN di Kabupaten Grrsik, Yahya Nurina (25). Ia mengaku menyesal pernah terlambat membayar iuran JKN.
“Saat itu, ayah saya pernah sakit dan harus rawat inap. Karena saya baru melunasi tunggakan jadi saya statusnya masuk ke masa denda pelayanan dan harus membayar kewajiban denda pelayanan. Itu konsekuensi yang hrs saya terima, karena saya memang tidak tepat waktu membayar iuran BPJS Kesehatan. Dari kejadian tersebut, saat ini saya selalu memastikan kepesertaan saya aktif sehingga saat sakit tidak khawatir ada tambahan biaya,” tuturnya. (*/red)



