
JOMBANG, BIDIKNASIONAL.com – Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama (ANLDB) adalah progam baru Kementrian Agama untuk mengukur kemampuan litera keagamaan guru PAI dan siswa kelas 5 SD. Diukur melalui aspek kognitif psikomotorik dan elektif termasuk baca Al- Qur’an bpada November 2025, sebagai data dasar penyusunan kebijakan pendidikan agama berbasis data yang sahih secara akademik, wajib diikuti guru PAI terdaftar di SIAGA sebagai syarat presensi dan siswanya dipilih secara sampling.
Contohnya dari sebanyak lima SD di Kabupaten Jombang ditunjuk sebagai pelaksana Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama (ANLDB) 2025.
Jika semuanya ditotal ada 100 siswa yang diambil sebagai percontohan untuk megikuti ANLDB kali pertama ini.
Dari kelima sekolah tersebut, SDN Diwek 1. SD Negeri Kepuhkajang 2 Perak. SDN Plandi 2 Kecamatan Jombang. SD Negeri Sukoiber 1 Gudo. Serta SDN Wonosalam 3.
’’Asesmen akan dilaksanakan pada 18–21 November,’’ ujar Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Syaiful Bahri, kemarin.
Sedangkan ANLDB tidak hanya menilai kemampuan kognitif peserta didik dalam memahami ajaran agama. Tetapi juga mengukur aspek psikomotorik dan afektif. Seperti praktik ibadah dan sikap sosial. Serta kepedulian terhadap lingkungan.
Maka dari itu, ANLDB merupakan program strategis Kementerian Agama Republik Indonesia yang bertujuan mengukur tingkat literasi beragama baik pada guru Pendidikan Agama Islam (PAI) maupun siswa sekolah dasar.
Bagi peserta asesmen siswa kelas 5 SD yang telah ditentukan sebagai sampel. Jadi setiap sekolah diwakili 20 siswa, sehingga total peserta dari Kabupaten Jombang 100 siswa.
Pada pelaksanaan ANLDB menggunakan aplikasi SIAGA yang dipandu enumerator survei. Untuk daerah dengan keterbatasan jaringan internet, asesmen dapat dilakukan secara luring dengan lembar kertas.
Selain itu ada tiga aspek yang diujikan. Aspek kognitif, meliputi kemampuan membaca Alquran, mengenal hukum tajwid. Serta pemahaman terhadap rukun iman, rukun Islam, dan ihsan.
Dari asspek psikomotorik, kemampuan mengamalkan ibadah ritual seperti salat, doa, membaca Alquran, berpuasa, dan berzakat. Serta pengamalan ibadah sosial seperti salat berjamaah, menolong sesama, dan berinfak.
Sedangkan untuk aspek afektif, menilai sikap toleransi, anti kekerasan, gotong royong, peduli lingkungan. Serta kepedulian terhadap budaya dan negara. Dengan partisipasi yang tinggi dan dukungan riset yang kuat, Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama (ANLDB) diharapkan menjadi pijakan awal menuju kebijakan pendidikan agama yang berbasis data, akuntabel dan berorientasi pada peningkatan mutu, pembelajaran keagamaan di sekolah. (Tok)



