
Direktur RS Prima Husada Sukorejo, Heni Indra Wulansari, S.Kep.Ns., M.Kep, (Foto: ist)
PASURUAN, BIDIKNASIONAL.com – Sebagai salah satu fasilitas kesehatan yang terus bertumbuh di Kabupaten Pasuruan, Rumah Sakit Prima Husada Sukorejo telah menjadi bagian penting dari perjalanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Berdiri di bawah naungan PT Disa Prima Medika, rumah sakit ini kini semakin dikenal masyarakat berkat komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, inklusif, dan terintegrasi.
Direktur RS Prima Husada Sukorejo, Heni Indra Wulansari, S.Kep.Ns., M.Kep, saat ditemui di RS Prima Husada Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Rabu (19/11), menuturkan bahwa rumah sakit yang ia pimpin telah resmi bermitra dengan BPJS Kesehatan sejak tahun 2020. Sejak saat itu, jumlah pasien yang dilayani terus menunjukkan perkembangan yang positif, seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat.
“Setiap hari kami melayani rata-rata 423 pasien, dan sekitar 82% merupakan peserta JKN. Tren ini terus naik tiap tahun, menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat kepada kami,” ujarnya.
Menurut Heni, keberhasilan JKN tidak hanya diukur dari sistem, tetapi juga dari kualitas manusia yang menjalankannya. Karena itu, manajemen secara rutin mengadakan sosialisasi, pelatihan, hingga evaluasi kinerja kepada seluruh tenaga kesehatan dan SDM rumah sakit.
“Kami juga memberikan apresiasi atas dedikasi mereka. Dengan cara ini, seluruh tim memahami perannya dalam mendukung Program JKN, sekaligus tetap semangat memberikan pelayanan terbaik,” tutur Heni.
Perubahan sistem pembayaran menjadi INA-CBG’s menjadi tantangan besar bagi banyak fasilitas kesehatan, termasuk RS Prima Husada Sukorejo. Namun, manajemen merespons dengan cepat dan terstruktur.
“Adaptasi kami dimulai dari penyesuaian regulasi internal, termasuk memperbarui alur pelayanan serta alur verifikasi berkas dan coding. Selain itu, kami juga melakukan penyusunan Clinical Pathway per diagnosis sebagai bagian dari proses penyesuaian tersebut,” jelas Heni.
Rumah sakit juga membentuk tim casemix, tim CP, tim KMKB, dan tim fraud, memperkuat fungsi coding dan verifikasi, serta melakukan digitalisasi untuk menunjang proses administrasi dan pelayanan. Pelatihan menyeluruh diberikan kepada dokter, perawat, dan petugas verifikator internal agar seluruh tim memahami perubahan sistem dan mampu beradaptasi dengan cepat.
Heni menjelaskan bahwa perjalanan RS Prima Husada Sukorejo bermula dari tekad sederhana, menghadirkan layanan kesehatan yang layak bagi masyarakat Sukorejo dan sekitarnya. Dengan fasilitas awal yang terbatas, rumah sakit terus berbenah mengikuti perkembangan zaman. Transformasi dilakukan melalui peningkatan mutu layanan, penguatan kompetensi SDM, serta pengembangan fasilitas seperti IGD, rawat inap, poliklinik spesialistik, dan layanan diagnostik modern.
“Sekarang kami melayani masyarakat dengan lebih cepat, profesional, dan terintegrasi. Semua ini bagian dari komitmen kami untuk terus bertumbuh,” kata Heni.
Di akhir, Heni menyampaikan pesan kepada seluruh fasilitas kesehatan. Ia berharap agar setiap fasilitas terus memberikan layanan terbaik kepada peserta JKN.
“Kesehatan adalah hak semua orang. Mari layani peserta JKN dengan sepenuh hati dan tanpa diskriminasi. Dengan mutu layanan yang baik, kita turut menjaga keberlangsungan Program JKN untuk generasi mendatang,” tutupnya. (rn/ra/red)



