JATIMJOMBANG

Proyek Jembatan Dusun Banjaran Desa Kudu Banjar Beberapa Kali Gagal Lelang

Proyek jembatan dusun Banjaran, Desa Kudu Banjar yang gagal dilelang. (Foto: Tok)

JOMBANG, BIDIKNASIONAL.com – Sejak tahun 2020 hingga kini, masyarakat Dusun Banjaran, Desa Kudu Banjaran menunggu perbaikan jembatan di dusunnya tak kunjung tiba. Sementara warga urunan sendiri dengan membuat jembatan dari darurat dari dana swadaya masyarakat.

Sehingga jembatan yang ada di Dusun Banjaran yang sangat sederhana,dan belum memadai untuk sarana transportasi yang memadai. Padahal jembatan tersebut menjadi akses utama masyarakat dusun setempat beraktivitas sehari- hari. Jembatan yang putus sejak tahun 2020 mengalami kerusakan atau putus sehingga tidak bisa dilewati, akhirnya atas kesepakatan bersama Waga desa, membangun jembatan sederhana dengan anggaran swadaya masyarakat, agar bagi pejalan kaki ,dan cukup untuk kendaraan roda dua bisa melewati nya, dan untuk kendaraan roda empat tidak bisa melewati karena tidak sesuai dengan ukuran lebar nya jembatan hasil swadaya tersebut.

Akhirnya proyek jembatan Dusun Banjaran direncanakan akan dibangun dengan anggaran Rp 2,9 Milyar. Ironisnya beberapa kali di lakukan lelang gagal tidak ada pemenang nya, sehingga batal dilaksanakan di tahun 2025.

Sebelumnya jembatan tersebut putus (jebol), sudah pernah ada perbaikan ketika itu di perbaiki / di bangun oleh dinas pengairan ketika kepala dinas nya Gutomo. Beberapa tahun setelah diperbaiki, jembatan Dusun Banjaran pada tahun 2019 menjelang pergantian tahun 2020 putus. Sungai banyak tumbuh tanaman enceng gondok bertebaran. Jika rencana berjalan memperbaiki jembatan Dusun Banjaran, berarti sudah dua kali berjalan perbaikan (dibangun) lagi. Rencana jembatan penghubung antara Dusun Ketapang tengah dengan Dusun Banjaran tersebut tahun 2026 akan dilakukan lelang kembali untuk melaksanakan pembangunan kembali.

Kepala Desa Kudu Banjar berharap pengadaan proyek jembatan Dusun Banjaran berjalan lancar tanpa terkendala saat lelang nanti. Selain itu warga Desa Kudu Banjar berharap rencana pembangunan jembatan tersebut tidak ada kendala apa- apa, masyarakat menunggu kepastian, agar sarana transportasi berjalan lancar.

Sementara ada desas desus kabar,bahwa anggaran di tahun 2025 serapan dari Dinas PUPR baru 58 %, sehingga menjadi penyebab kegagalan pembangunan jembatan tersebut,apa benar masih belum jelas adanya informasi tersebut. Saat itu pada lelang kedua,satu penawar yang ikut tender , akhirnya saat itu sistem otomatis menggugurkan, karena tidak ada pesaing. Bahkan lelang ketiga tidak berhasil, karena hanya dua peserta yang ikut , dan itupun tidak bisa lolos persyaratan administrasi dan teknis.

Akhirnya gagal lagi, sudah tiga kali ,tidak ada yang berhasil, tahun 2025 pada pengadaan jembatan Dusun Banjaran,Desa Kudu Banjar gagal dan ditunda . Selain itu di tahun 2026 juga masih meragukan apakah kondisi keuangan daerah. Apa memungkinkan anggaran reguler APBD tahun 2026 reguler memungkinkan. Sementara masyarakat setempat menunggu kepastian pemerintah daerah

Menurut sebuah sumber, Bahwa pada proyek jembatan Dusun Banjaran,Desa Kudu Banjar dikarenakan selalu gagal , diduga ini adalah generalisasi yang berlebihan . Namun memang sering kali muncul persepsi publik mengenai kegagalan dalam pelaksanaan nya. Kegagalan ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor kompleks, bukan karena disengaja dan dapat dikatagorikan sebagai “kegagalan lemerintah daerah” yang terjadi, ada dugaan saat intervensi pemerintah tidak menghasilkan hasil yang di inginkan,” ungkapnya.

Sementara dari prediksi kegagalan lelang berkali- kali selalu gagal,di karena kan , mungkin ada kesalahan dalam proses evaluasi, panitia lelang Pokja (Pokja pemilihan) dapat melakukan kesalahan-kesalahan dalam mengevaluasi dokumen penawaran yang menyebabkan hasil lelang di batalkan atau digugat dan harus dievaluasi ulang. (Tok)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button