
Tampak semrawut pasar rakyat Sidomulyo di jalan Pahlawan, Tanggepin, Kecamatan/Kabupaten Lamongan (Foto: Joko)
LAMONGAN, BIDIKNASIONAL.com -Pedagang pasar rakyat Sidomulyo Lamongan menjerit omzet turun drastis gegara menjamurnya pasar dadakan diluar stand. Sementara di dalam pasar masih banyak stand yang masih kosong.
Diketahui, setidaknya ada 20 pedagang yang berjualan di luar pagar pasar dan diarea pakir pasar dan dikabarkan telah mendapat izin dari Kepala pasar rakyat Sidomulyo, dipertanyakan setiap pedagang setor berapa dan kepada siapa?, “Selasa 25 November 2025.
Pendapatan menurun drastis. “Biasanya dapat omzet Rp. 400 ribu hingga Rp. 500 ribu per hari. Sekarang paling Rp 200 ribu, bahkan kadang lebih rendah yakni Rp. 50 ribu. Akibatnya, banyak pedagang dalam pasar yang merugi.
“Kalau seperti ini berlangsung terus menerus, kami yang dirugikan, buat apa sewa stand mahal – mahal yakni berkisar Rp. 700 ribu, lain halnya dengan bayar karcis stand Rp. 5 ribu per hari. Tak hanya itu, tempat parkir yang layaknya dijadikan parkir kendaraan, malah dijadikan tempat berdagang. Begitu juga pedagang dari luar kota yang menjual dagangannya menggunakan mobil pick up terbuka dan kendaraan roda tiga (Tossa) di area parkir,” kata salah satu pedagang.
Pedagang itu menyebut bahwa keberadaan pasar dadakan ditempat parkir dan diluar pagar stand pasar rakyat Sidomulyo, hal ini membuat omzetnya berkurang, karena pelanggan lebih memilih membeli di lokasi yang lebih dekat dengan jalan raya,” ujar salah satu pedagang pasar rakyat Sidomulyo berinisial Hrj, dengan wajah penuh harap agar pemerintah daerah turun tangan untuk melakukan penertiban.
Mirisnya lagi, adanya dugaan kecurangan yang dilakukan, mulai stand pedagang yang hanya diperuntukkan bagi koneksinya, hingga pedagang harus rela membayar tagihan listrik yang begitu mahal sekitar Rp. 35 ribu. Padahal hanya dipakai lampu 5 Watt dan kipas angin saja,” kata salah satu pengurus paguyuban pasar rakyat Sidomulyo, dengan wajah mengeluh.
Terpisah, Kepala UPT pasar rakyat Sidomulyo, Ragil Puji Waluyo, SE., saat dihubungi melalui telepon maupun WhatsAppnya, pihaknya tidak merespon dan belum memberikan keterangan secara rinci serta memilih diam terkait hal tersebut hingga berita ini ditayangkan.
Respons atau tanggapan bisa dikirim ke email bidiknasional@yahoo.com atau hubungi kontak +62 812-3209-649.
Reporter : Joko Santoso



